Hasil RUPST BSI, Bagikan Dividen Jumbo dan Siap Operasikan Bullion Bank

Reporter : Yanuar D
Direktur Utama Anggoro Eko Cahyo (kiri) berbincang dengan Komisaris Utama Muhadjir Effendy (kanan) di sela RUPST Tahun Buku 2025 PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk di Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Foto: BSI for jatimnow.com)

jatimnow.com - Para pemegang saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) baru saja mendapat kabar segar. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Selasa (5/5/2026), bank syariah terbesar di tanah air ini resmi membagikan dividen tunai sebesar Rp1,51 triliun atau setara Rp32,81 per lembar saham.

Angka ini menandai kenaikan signifikan sebesar 44% dibandingkan tahun lalu. Strategi manajemen yang menaikkan rasio pembagian dividen menjadi 20�ri laba bersih menunjukkan kepercayaan diri perseroan terhadap kondisi permodalan saat ini.

Baca juga: Pegadaian Cetak Rekor, Boyong 5 Penghargaan HR Asia 2026

Sebagai perbandingan, tahun sebelumnya BSI hanya menyisihkan 15�ri total laba untuk investor.

Sepanjang tahun buku 2025, BSI mencetak laba bersih mencapai Rp7,57 triliun. Keberhasilan ini bermuara dari ekspansi pembiayaan yang terjaga kualitasnya serta efisiensi besar-besaran lewat kanal digital.

Selain membagikan dividen, rapat sepakat mengalokasikan Rp6,05 triliun sebagai laba ditahan untuk membiayai rencana bisnis di masa depan.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, memaparkan bahwa basis nasabah perusahaan kini sudah menembus 23 juta orang. Ada penambahan lebih dari 2 juta nasabah baru hanya dalam setahun terakhir, sebuah sinyal kuat bahwa masyarakat semakin melirik layanan keuangan syariah.

Baca juga: Laba Melejit, BSI Tebar Dividen Tunai Rp1,51 Triliun ke Pemegang Saham

"Kami menjaga ritme kebijakan dividen agar tetap seimbang. Di satu sisi memberikan imbal hasil optimal bagi pemegang saham, di sisi lain kami memperkuat modal untuk mendukung ekspansi bisnis kedepan," ujar Anggoro saat memaparkan hasil RUPST.

Langkah BSI ke depan diprediksi kian agresif. Anggoro mengungkapkan, status perseroan yang kini memegang izin ganda (dual licence) sebagai bank syariah sekaligus bullion bank (bank emas) menjadi motor penggerak baru bagi ekosistem ekonomi syariah nasional.

Inovasi ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan komisi (fee-based income) dan memperkuat posisi BSI sebagai pemimpin pasar perbankan syariah di Indonesia.

Baca juga: BSI Bayarkan Zakat Lebih dari Rp1 Triliun dalam 5 Tahun

Selain urusan pembagian laba, RUPST juga menetapkan sembilan agenda utama lainnya. Di antaranya adalah persetujuan laporan tahunan, penunjukan akuntan publik untuk audit 2026, hingga perombakan susunan Dewan Komisaris.

Mengenai teknis pembayaran dividen, manajemen akan mengumumkan jadwal resmi dalam waktu dekat kepada para investor yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS).

Editor : Ali Masduki

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru