Kebut Perbaikan Tol Jelang Mudik 2026, Jasa Marga Targetkan Rampung 14 Maret

Reporter : Dadang Kurnia
Tim Jasa Marga melakukan penambalan jalan tol (ilustrasi)

jatimnow.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus berupaya mengebut perbaikan (preservasi) seluruh ruas jalan tol yang dikelolanya demi kelancaran arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 1447 H/2026.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono menargetkan seluruh gangguan perkerasan jalan tol, seperti jalan berlubang atau bergelombang, tuntas tertangani maksimal 14 Maret 2026.

Baca juga: Jasa Marga Percepat Pelebaran Ruas Tol Surabaya-Gempol

"Kami berkomitmen untuk melakukan percepatan preservasi sehingga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan tol tetap terjaga, terutama dalam menghadapi lonjakan volume lalu lintas saat arus mudikdan balik lebaran," kata Rivan melalui siaran tertulisnya Kamis (12/3/2026).

Pengerjaan perbaikan ini berada di bawah pengawasan ketat Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan seluruh ruas tol memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebelum puncak arus mudik tiba.

Agar tidak memperparah kemacetan, Jasa Marga menerapkan rekayasa lalu lintas yang ketat. Mayoritas pekerjaan fisik dilakukan pada malam hingga dini hari dengan sistem buka-tutup satu lajur saja.

Baca juga: Libur Iduladha, Volume Kendaraan Tol Pandaan-Malang Melonjak 23,4 Persen

Secara teknis, perbaikan yang dilakukan mencakup metode Scraping, Filling, dan Overlay (SFO) untuk memulihkan aspal, penambalan cepat (patching) pada jalan berlubang, pembersihan drainase untuk mencegah genangan banjir, hingga perbaikan rambu dan marka jalan.

Rivan mengatakan, pihaknya menerjunkan kekuatan penuh yang terdiri dari 67 tim perkerasan jalan, 222 tim pemeliharaan ruang milik jalan dan drainase, serta 71 tim siaga darurat.

Baca juga: Catat, Ada Pengalihan Akses Gerbang Tol Waru 6 Surabaya hingga 26 Mei

Perseroan menyiapkan 9.300 zak material coldmix untuk penambalan jalan berlubang secara kilat, 209 unit pompa air, dan 14 titik early warning system (EWS) genanganan sebagai istem peringatan dini untuk memantau potensi banjir akibat cuaca ekstrem.

Ia pun memastikan seluruh unit derek dan petugas patroli bersiaga 24 jam. Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi rekayasa lalu lintas secara real-time melalui Call Center 133 atau aplikasi Travoy sebelum memulai perjalanan.

Editor : Ni'am Kurniawan

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru