Jangan Tergiur Warna! Ini Panduan Pilih Kudapan Idul Fitri yang Berkualitas

Reporter : Ali Masduki
Kualitas kue dapat dideteksi secara fisik sebelum transaksi dilakukan. (Foto: Ilustrasi/Gemini)

jatimnow.com - Suguhan kue kering seperti nastar, kastengel, hingga putri salju telah menjadi tradisi wajib di meja tamu saat Idul Fitri. Namun, masyarakat diminta untuk tidak sembarangan membeli demi menjamin kualitas dan keamanan gizi bagi keluarga.

Ahli gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR), Mahmud Aditya Rifqi, mengingatkan konsumen untuk memahami penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP).

Baca juga: Kekerasan di Daycare, Psikolog Ingatkan Bahaya Trauma Anak dan Mom-Shaming

Meski pengawet, pemanis, dan pewarna diperbolehkan oleh BPOM, konsumen wajib mewaspadai penggunaan bahan ilegal dari produsen nakal.

Kualitas kue dapat dideteksi secara fisik sebelum transaksi dilakukan. Mahmud menyarankan konsumen untuk menghindari kue dengan warna yang tampak sangat mencolok atau tidak natural. Selain visual, indra perasa dan penciuman memegang peran kunci.

"Jika saat dicicipi kue sudah mengeluarkan rasa atau aroma tengik, itu pertanda lemak dalam kue telah teroksidasi. Sebaiknya jangan dikonsumsi," tegas Mahmud.

Aspek pengemasan juga menjadi penentu kelayakan produk. Konsumen wajib memeriksa tanggal kedaluwarsa (expired date) serta label best before.

Baca juga: Siswa SMAK Penabur Raih Golden Ticket FK UNAIR 2026, Bukti Konsistensi dan Kerja Keras

Untuk produk yang dijual di area terbuka, kebersihan segel sangat krusial agar terhindar dari polusi.

“Pastikan kemasan tidak bocor, pecah, atau retak. Adanya izin edar memberikan jaminan bahwa produk masih segar dan layak konsumsi karena berada di bawah pengawasan,” tambahnya.

Standar ini juga berlaku ketat bagi industri rumahan atau UMKM, di mana wadah harus tersegel rapat sejak dari tangan produsen untuk mencegah kontaminasi.

Baca juga: Mbak Vinanda Silaturahmi ke Ulama Kota Kediri di Momen Idul Fitri

Agar kondisi kesehatan tetap terjaga usai berpuasa, Mahmud menganjurkan penerapan prinsip 3J (Jenis, Jumlah, dan Jadwal).

Sebagai makanan selingan, porsi kue kering idealnya hanya 10–20 persen dari total asupan kalori harian untuk mencegah lonjakan gula darah.

Untuk penyimpanan, kue kering dengan isian krim atau lapisan cokelat diketahui lebih cepat rusak. Produk jenis ini sebaiknya disimpan di tempat sejuk atau lemari es guna menjaga kualitasnya tetap prima hingga hari raya usai.

Editor : Ni'am Kurniawan

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru