Selama Ramadan Satlantas Polres Gresik Hadirkan SIM Santri Trendi


Foto: Layanan publik bertajuk SIM Santri Trendi di Satlantas Polres Gresik. (Humas Polres Gresik/jatimnow.com)

jatimnow.com-Satlantas Polres Gresik menghadirkan inovasi pelayanan publik bertajuk SIM Santri Trendi (Taat dan Tertib dalam Mengemudi). Program ini menjadi solusi jemput bola bagi para santri agar tetap tertib administrasi berkendara tanpa mengganggu aktivitas ibadah dan pendidikan di pesantren selama Ramadan 1447 Hijriah.

Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menjelaskan bahwa layanan khusus ini dibuka untuk permohonan baru SIM A dan SIM C setiap hari Jumat selama bulan Ramadan.

Baca juga: Polisi Bongkar Jaringan Narkotika Madura-Gresik, Sita 200 Gram Sabu

“Kami menyesuaikan pelayanan publik dengan realitas di lapangan. Santri memiliki aktivitas yang sangat padat selama Ramadan, maka kami hadirkan akses khusus agar mereka tetap bisa memenuhi kewajiban administratifnya sebagai pengendara,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk fleksibilitas pelayanan kepolisian tanpa mengurangi standar dan prosedur yang berlaku. Program SIM Santri Trendi bersifat inklusif. Layanan ini tidak hanya diperuntukkan bagi santri ber-KTP Gresik, tetapi terbuka secara nasional.

Adapun ketentuannya meliputi, identitas, syarat validasi dengan menunjukkan kartu santri atau kartu identitas pondok pesantren yang masih aktif sebagai bukti domisili di pesantren wilayah Gresik dan permohonan baru SIM A (mobil) dan SIM C (sepeda motor). Dengan kebijakan tersebut, santri perantauan tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mengurus legalitas berkendara selama menempuh pendidikan di Kabupaten Gresik.

Baca juga: Polisi Ringkus 2 Maling Motor di Sidokumpul Gresik, Pelaku Sempat Ganti Warna Bodi

Meski memberikan kemudahan dari sisi waktu dan akses, Satlantas Polres Gresik menegaskan tidak ada jalur instan dalam proses penerbitan SIM. Seluruh pemohon tetap wajib mengikuti tahapan standar yang berlaku, mulai dari verifikasi administrasi, ujian teori terkait aturan lalu lintas, hingga ujian praktik untuk mengukur keterampilan berkendara.

"Ini menjadi penegasan bahwa predikat Trendi bukan sekadar slogan, melainkan representasi santri yang benar-benar taat aturan dan cakap dalam berkendara," paparnya.

Program ini diharapkan menjadi jembatan antara kedisiplinan di lingkungan pesantren dan disiplin berlalu lintas di jalan raya. Jika di pesantren santri dibentuk melalui ketekunan mengaji dan kepatuhan terhadap tata tertib, maka di jalan raya kedisiplinan diwujudkan dengan kepatuhan terhadap rambu dan etika berkendara.

Baca juga: Lomba Pioneering Latih Kekompakan dan Mental Santri Nurul Jadid

"Kami berharap para santri tidak hanya menjadi teladan dalam aspek spiritual, tetapi juga tampil sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas di Kabupaten Gresik, terutama selama momentum Ramadan," pungkasnya.

 

Editor : Bramanta

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru