Obesitas Remaja, Salahkah Begadang dan Makan Tengah Malam?

Reporter : Ali Masduki
Kebiasaan begadang seringkali disertai dengan konsumsi makanan tinggi kalori seperti mie instan dan gorengan.(Foto: Ilustrasi/Gemini)

jatimnow.com - Kebiasaan tidur larut malam dan pola makan yang tidak teratur pada remaja memicu kekhawatiran baru terkait obesitas.

Pakar dari Universitas Airlangga (UNAIR) mengingatkan bahwa kurang tidur bukan hanya soal rasa lelah, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko obesitas dan masalah kesehatan serius lainnya di kalangan remaja.

Baca juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Nur Aisiyah Widjaja dari Fakultas Kedokteran UNAIR menjelaskan bahwa regulasi jam tidur sangat krusial. Idealnya, remaja harus tidur maksimal pukul 9 malam.

"Di jam-jam tersebut, hormon melatonin yang mengatur tidur mulai meningkat secara alami," tuturnya.

Namun, ketika waktu tidur melewati pukul 9 malam, hormon melatonin akan digantikan oleh hormon leptin. Kondisi ini dapat memicu rasa lapar berlebih dan dorongan untuk mengonsumsi camilan tidak sehat di malam hari.

Kebiasaan begadang seringkali disertai dengan konsumsi makanan tinggi kalori seperti mie instan dan gorengan.

Baca juga: Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

"Makan mie instan di malam hari sangat tidak dianjurkan karena kandungan kalorinya yang tinggi, apalagi jika ditambah telur. Ini akan meningkatkan asupan kalori, sementara tubuh tidak banyak bergerak di malam hari," tambah Aisiyah.

Selain pola tidur dan makan, stres juga berperan penting. Saat stres, tubuh melepaskan hormon kortisol yang dapat mengganggu produksi melatonin.

Oleh karena itu, menjaga tingkat stres juga sama pentingnya dengan mengatur pola makan.

Baca juga: BTN Gandeng UNAIR, Perkuat Literasi Finansial dan Ekosistem Kampus Digital

Untuk itu, Aisiyah menyarankan agar remaja tidur maksimal pukul 9 malam, makan terakhir pukul 7 malam, dan menghindari kebiasaan menyelesaikan tugas hingga larut malam.

"Perhatikan durasi tidur karena dapat memicu obesitas dan sindrom metabolik, yang meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung koroner, dan penyakit tidak menular lainnya," tegasnya.

Dengan perubahan gaya hidup yang tepat, risiko obesitas pada remaja dapat dikurangi, menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif.

Editor : Ali Masduki

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru