jatimnow.com - Di balik hamparan alam Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, ada sebuah desa kecil yang namanya harum hingga tingkat nasional. Desa Sukarara, yang terletak di Kecamatan Jonggat, dikenal luas sebagai pusat kerajinan tenun songket tradisional khas suku Sasak.
Berjarak sekitar 25 kilometer dari Kota Mataram dan hanya lima menit dari Kota Praya, Desa Sukarara mudah dijangkau wisatawan. Namun, daya tarik desa ini bukan sekadar aksesnya, melainkan denyut kehidupan warganya yang menyatu dengan tradisi menenun.
Baca juga: Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo
Hampir seluruh perempuan dewasa di desa ini adalah penenun, sebuah keahlian yang diwariskan lintas generasi dan menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.
Tenun Sukarara dikenal memiliki kualitas tinggi, bahkan kerap dikenakan kalangan bangsawan hingga Presiden Republik Indonesia.
Wisatawan yang datang dapat menyusuri gang desa, menyaksikan proses menenun di teras rumah warga, hingga mencoba langsung menenun dengan bimbingan pengrajin lokal.
Desa Sukarara bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang hidup tradisi yang terus berdenyut di tengah modernitas Lombok.
Inilah Foto-foto Aktifitas Tenun Desa Sukarara:
Baca juga: Sarangan-Jatim Park Hujan, Cuaca KBS dan Taman Safari Cerah Hari Ini
Baca juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu
Editor : Ali Masduki