Kesenjangan Penerbangan di Bandara Jawa Timur: Jember Hidup Lagi, Kediri Malah Mati


Penerbangan di Bandara Notohadinegoro Jember. (Foto: Diskominfo Jember/jatimnow.com)

jatimnow.com – Aktivitas penerbangan di sejumlah bandara di Jawa Timur menunjukkan dinamika yang berbeda dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan catatan pergerakan, Bandara Juanda Surabaya tercatat sebagai bandara tersibuk, sementara beberapa bandara perintis masih melayani penerbangan terbatas.

Bandara Juanda rata-rata melayani sekitar 292 penerbangan per hari dalam 30 hari terakhir. Angka ini menegaskan posisinya sebagai bandara utama di Jawa Timur.

Baca juga: Ribuan Pelari Ramaikan Kediri Half Marathon 2026 di Bandara Dhoho

Sementara itu, Bandara Trunojoyo Sumenep memiliki 5 dan 3 penerbangan perintis setiap Selasa dan Rabu. Salah satunya menuju, Bandara Harun Thohir di Pulau Bawean menggunakan maskapai Susi Air. Ditambah layanan Wings Air rute Sumenep–Surabaya pulang-pergi dua kali seminggu mulai 10 Oktober.

Untuk Malang, Bandara Abdul Rachman Saleh mencatat rata-rata 9 penerbangan per hari dalam sebulan terakhir.

Baca juga: Penyelundupan 39 Ribu Benih Lobster ke Vietnam Digagalkan di Bandara Juanda

Adapun Bandara Notohadinegoro Jember tengah bangkit dengan mengoperasikan penerbangan Jember–Jakarta pulang-pergi dua kali seminggu menggunakan maskapai Fly Jaya.

Di ujung timur Jawa Timur, Banyuwangi Airport mencatat 87 pergerakan pesawat dengan 10.000 penumpang pada Agustus lalu, menunjukkan tren positif dalam pergerakan wisata dan mobilitas masyarakat.

Baca juga: Catatan Bandara Dhoho Kediri Selama Angkutan Lebaran 2026, Trafik Tumbuh Signifikan

Sebaliknya, Bandara Dhoho Kediri belum menunjukkan aktivitas penerbangan. Tercatat sudah kosong sejak tiga bulan terakhir. Pada Juni bahkan bandara swasta milik Gudang Garam ini hanya mencatat 107 penumpang dengan 18 pergerakan pesawat.

Catatan ini menunjukkan adanya kesenjangan aktivitas penerbangan di Jawa Timur, di mana bandara besar seperti Juanda terus padat, sementara bandara perintis masih berperan terbatas dalam mendukung konektivitas antarpulau dan daerah terpencil.

Editor : Yanuar D

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru