Debat Pilkada Jatim: Luluk Sebut Daya Tampung Sampah Jawa Timur Belum Memadai

Reporter : Ni'am Kurniawan
Luluk - Lukman dalam Debat Pilgub Jatim di Grand City Surabaya. (Foto: KPU Jatim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Cagub Jatim dari nomor urut 1, Luluk Nur Hamida menyoroti masalah pengelolaan sampah yang belum memadai di Jawa Timur.

Ia menegaskan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu penyumbang sampah terbesar di Indonesia, namun kemampuan pengelolaannya masih sangat terbatas.

Baca juga: KPU Jatim Umumkan Khofifah-Emil sebagai Gubernur-Wakil Gubernur di Pilgub 2024

"Kita juga penghasil sampah terbesar di Indonesia, di mana setiap tahun kita menghasilkan 6,1 juta ton sampah, sementara kemampuan dan manajemen pengelolaan sampah hanya 2,6 juta ton setiap tahun," ujar Luluk dalam Debat Pilkada Jatim, Senin (18/11/2024).

Ia juga menyoroti kualitas udara di Jawa Timur. Luluk menyampaikan bahwa polusi udara ini memiliki dampak jangka panjang yang serius, khususnya terhadap kesehatan masyarakat.

"Kita juga memiliki kualitas udara di Jawa Timur yang semakin memburuk dalam lima tahun terakhir,” tambahnya.

Baca juga: Daftar 22 Pasangan Kepala Daerah di Jatim yang Dilantik 6 Februari 2025

Masalah Sungai Brantas juga menjadi perhatian utama dalam pernyataan Luluk. Sebagai salah satu sungai terpenting di Jawa Timur, kondisinya saat ini dinilai sudah sangat memprihatinkan.

Luluk menggarisbawahi bahwa pemulihan Sungai Brantas harus menjadi prioritas guna mendukung kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat di sekitar aliran sungai tersebut.

"Sungai Brantas, sebagai urat nadi di Jawa Timur, dalam kondisi tercemar parah, dan bahkan tercemar di Indonesia,” tegasnya.

Baca juga: Isi Pesan Cagub Luluk ke Khofifah usai Kalah di Pilgub Jatim 2024

Menutup pernyataannya, Luluk memberikan gambaran tentang bagaimana pembangunan di Jawa Timur harus mencakup pendekatan yang berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang tidak hanya fokus pada aspek ekonomi tetapi juga keberlanjutan lingkungan.

"Membangun infrastruktur tentu saja bukan hanya membangun sesuatu yang bersifat fisik, tetapi infrastruktur sesungguhnya adalah membangun peradaban dan martabat kemanusiaan,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru