Demo Tolak Proyek Surabaya Waterfront Land Mengiringi Pelantikan DPRD

Reporter : Ni'am Kurniawan
Aliansi perempuan peduli pesisir melakukan aksi di depan Kantor DPRD Surabaya (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Aliansi Perempuan Peduli Pesisir Pantai, BEM ITS dan BEM Unair menggelar aksi di halaman Gedung DPRD Surabaya menolak proyek Surabaya Waterfront Land.

Aksi tersebut sengaja dilakukan tepat di hari pelantikan anggota terpilih DPRD Surabaya periode 2024-2029.

Baca juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Aktivis lingkungan, Mak Cik Ivonne mengatakan, aksi yang dilakukan tersebut bertujuan untuk mengingatkan anggota DPRD Surabaya yang baru dilantik agar menjaga area mata air, termasuk menjaga hutan mangrove dan hutan-hutan lainnya di area pesisir pantai. 

Baca juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

"Bantu masyarakat inklusi. Janganlah mengubah paramater yang ada. Sehingga, seakan-akan masyarakat miskin di Surabaya itu berkurang. Padahal, tidak. Hanya diubah parameternya saja," kata Mak Cik, Sabtu (24/8/2024).

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta anggota dewan yang baru ikut menolak reklamasi di Pantai Kenjeran. Menurutnya, reklamasi tersebut dapat menganggu ekosistem di dalamnya.

Baca juga: BTN Gandeng UNAIR, Perkuat Literasi Finansial dan Ekosistem Kampus Digital

"Di sana, kita punya kelompok masyarakat nelayan. Ada ekosistem, ada hutan mangrove juga. Lalu bagaimana kita mengajak arek-arek Suroboyo berpikir untuk menghidupkan Pantai Kenjeran," katanya.

Editor : Zaki Zubaidi

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru