Sidoarjo - Sudah sekitar 40 hari, dalang penembakan terhadap Moh Sabar (37), juragan rongsokan di Candi, Sidoarjo hingga tewas belum juga ditangkap.
Wiwin, istri Sabar mendesak Satreskrim Polresta Sidoarjo segera menangkap E, orang yang menyuruh Jo membunuh suaminya itu. Sebab meski Jo sudah ditangkap, E masih bebas berkeliaran.
Baca juga: Hilang Kendali, Dua Pemotor Asal Nganjuk Tewas Terjun ke Waduk Kalimati Sidoarjo
"Saya minta polisi harus mengusut dan menangkap otak pelakunya," ujar Wiwin kepada jatimnow.com, Senin (8/8/2022).
Diketahui, dari hasil pemeriksaan polisi, Jo mengaku disuruh E untuk membunuh Sabar dengan iming-iming upah Rp100 juta. Atas dasar itu, Jo menembak Sabar di bawah Flyover Candi, sekitar pukul 20.00 WIB, Rabu (29/6/2022).
Sabar mengalami luka tembak di bagian lengan dan leher kiri dinyatakan meninggal dunia setelah beberapa hari mendapat perawatan di rumah sakit.
Baca juga: APL Resmikan PLTS Atap di Sidoarjo, Pangkas Emisi 264 Ton per Tahun
Motif dendam asmara diduga menjadi motif E menyuruh Jo melakukan pembunuhan terhadap Sabar.
"Saya tidak kenal dengan Jo. Dan saya yakin, Jo disuruh oleh E. Dan saya yakin, E ini sebagai otaknya," ungkap Wiwin.
Baca juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo
Wiwin menegaskan, keluarganya tidak terima dan meminta polisi segera menangkap E hingga dihukum mati.
"Saya minta otak pelakunya harus ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. Hukumannya harus mati. Saya nggak mau ditukar dengan apapun," tandas Wiwin.
Editor : Narendra Bakrie