Jombang - Pascaditutupnya pasar hewan di Kabupaten Jombang akibat merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pedagang ternak membanjiri tepian jalan sekitar lokasi pasar. Di Desa Janti, Kecamatan Jogoroto misalnya, pedagang kambing memilih bertransaksi jual beli di pinggir jalan.
"Sejak hari ini, mas. Katanya ada PMK yang katanya dari Mojoagung dan Ngoro jadi di sini juga kena (tutup)," ungkap Saifuddin (35) pedagang di Pasar Hewan Janti, Jum'at (10/6/2022).
Baca juga: Jelang Idul Adha 2026, Segini Pasaran Harga Kambing Kurban di Probolinggo
Ia mengaku kecewa karena tidak ada sosialisasi penutupan pasar. Para pedagang pun memutar otak, dan nekat berjualan tak jauh dari lokasi pasar.
Baca juga: Antisipasi Merebaknya Wabah PMK, Disnakeswan Tulungagung Pantau Pasar Hewan
"Ya terpaksa jualan di pinggir-pinggir jalan saja mas, biar tahu pemerintah ini gimana tindak lanjutnya,” jelasnya.
Perlu diketahui, berdasarkan data Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, sejak bulan Juni setiap harinya ada 200 ekor lebih sapi yang terjangkit PMK.
Baca juga: Geger, Rumah di Pemukiman Padat Jombang Disulap Jadi Kebun Ganja Ratusan Pot
Dari catatan dinas terkait, ada 2.395 ekor yang terjangkit PMK dan 23 ekor sapi mati. Sementara itu penutupan pasar hewan, mulai diberlakukan di 6 tempat, yakni Janti, Mojoagung, Ngoro, Kabuh, Gudo dan Tunggorono.
Editor : Arina Pramudita