Jawa Timur - Untuk memberantas rantai penyebaran Covid-19, Pemprov Jatim melakukan gerakan masif penggunaan QRIS di berbagai sektor, termasuk pariwisata.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan, digitalisasi sistem pembayaran berupa QRIS menjadi penting untuk pemulihan ekonomi, untuk menghindari kontak langsung antar konsumen, pedagang maupun produsen.
Baca juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029
"Resep terbaik dari pemulihan ekonomi semasa pandemi ini adalah dengan menurunkan positivity rate Covid-19 sehingga masyarakat bisa melakukan kegiatan perekonomian. Untuk itu, memang harus kita sediakan fasilitas QRIS ini," ujar Emil, Rabu (17/11/2021).
Selama ini, kunjungan wisata di Jatim pada Januari-Juli turun di angka 98,15 persen.
Baca juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong
"Pariwisata itu memang kebutuhan tersier bagi pengunjung, tapi merupakan kebutuhan primer bagi pekerja di sana. Inilah yang pemerintah usahakan untuk ter-cover dengan tetap menjaga protokol kesehatan sembari menjaga sektor ini pulih karena pariwisata juga menyumbang pada pertumbuhan ekonomi Jatim," terang dia.
Emil menambahkan, peningkatan produk dan jasa serta harga bersaing bisa menarik wisawatan, khususnya domestik. Ditambah dengan digitalisasi sistem pembayaran yang semakin mudah.
Baca juga: Icha Yang, Penyanyi Asal Jember yang Gebrak Panggung Hunan TV China
"Saya rasa kita semua sepakat kalau pariwisata harus didorong dengan syarat penyebaran kasus positif Covid-19 harus terkendali. Harapannya, masyarakat mau berkunjung karena tempat pariwisata sudah di-upgrade dan metode pembayaran menjadi sangat mudah dengan QRIS ini," harapnya.
Untuk diketahui, penggunaan QRIS pada sektor pariwisata merupakan bagian dari empat program pemulihan ekonomi yang dicanangkan oleh Bank Indonesia (BI).
Editor : Narendra Bakrie