jatimnow.com – Memasuki hari keempat, operasi pencarian terhadap seorang balita berusia 1,5 tahun yang diduga tenggelam di aliran sungai Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, masih terus digencarkan. Hingga Sabtu (11/4/2026), upaya penyisiran oleh Tim SAR gabungan belum membuahkan hasil.
Tragedi hilangnya balita malang tersebut pertama kali dilaporkan pada Rabu (8/4/2026). Saat itu, korban diduga terpeleset dan jatuh ke sungai yang tak jauh dari kediamannya saat sedang turun hujan.
Baca juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo
Komandan Tim Rescue Basarnas Surabaya, Candra Kristyawan, mengungkapkan bahwa dugaan tenggelamnya korban diperkuat barang bukti yang ditemukan pihak keluarga sesaat setelah korban dinyatakan hilang.
“Dari laporan yang kami terima, korban hilang saat hujan. Setelah dilakukan pencarian awal oleh pihak keluarga, hanya ditemukan satu buah sandal milik korban yang terapung di aliran sungai tersebut,” jelas Candra Kristyawan.
Guna memaksimalkan operasi, Tim SAR gabungan telah membagi kekuatan menjadi dua kelompok besar, yakni Search and Rescue Unit (SRU) darat dan SRU air.
Baca juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter
Pada pencarian hari ketiga, Jumat (10/4/2026), sebanyak enam armada SRU Air telah dikerahkan untuk bermanuver menyisir aliran sungai. Radius pencarian air pun telah diperluas hingga mencapai 6 kilometer dari titik awal hilangnya korban.
Namun, pergerakan tim evakuasi di jalur air tidaklah mudah. Candra menyebutkan, petugas harus berjibaku mengurai tumpukan sampah dan rimbunnya tanaman eceng gondok yang menutupi sebagian besar permukaan sungai demi mencari tanda-tanda keberadaan korban.
Baca juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung
“Tumpukan sampah dan eceng gondok ini menjadi obstacle (kendala) utama kami saat pencarian di air. Ada kemungkinan tubuh korban tersangkut di bawah rimbunan eceng gondok tersebut,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk pencarian jalur darat, personel SRU Darat terus melakukan penyisiran visual dengan menyusuri tepian sungai. Pencarian darat ini difokuskan mulai dari titik awal penemuan sandal korban hingga mengarah ke Jembatan Penatar Sewu, dengan radius tempuh sekitar 2,7 kilometer.
Editor : Dadang Kurnia