Mahasiswa Untag Surabaya Turun Tangan Kawal Mudik 2026

Reporter : Ali Masduki
Sejumlah mahasiswa relawan Untag Surabaya bersama pendamping berjalan di area drop-off Stasiun Gubeng, Surabaya, saat menjalankan tugas pelayanan arus mudik 2026. (Foto: Humas Untag Surabaya for JatimNow.com)

jatimnow.com - Mahasiswa Untag Surabaya turun langsung mengawal kelancaran mudik 2026 di sejumlah titik sibuk transportasi.

Kehadiran relawan kampus ini membantu pemudik mengurai antrean, menemukan jalur keberangkatan, hingga mengatasi kebingungan di tengah padatnya arus perjalanan.

Baca juga: Untag Surabaya Paparkan Strategi Internasionalisasi Kampus Swasta di Forum Pendidikan Global Tiongkok

Program relawan berlangsung pada 16–27 Maret 2026. Sebanyak 17 mahasiswa ditempatkan di Terminal Purabaya, Stasiun Gubeng, dan Pos Pengamanan Pasar Turi.

Mereka bergerak di lini pelayanan yang paling dibutuhkan pemudik, mulai informasi rute, pengaturan arus penumpang, serta bantuan langsung di lapangan.

Di Stasiun Gubeng Baru, Alicia Aprilia Paulina aktif mengarahkan penumpang menuju peron yang tepat. Ia juga sigap membantu penumpang yang kehilangan barang atau tersesat jalur.

“Saya memastikan penumpang tidak salah arah atau tertinggal. Kalau ada kendala, kami bantu langsung di lokasi,” ujarnya.

Di area lain, Reza Rofi’ur Romadani bertugas di layanan tiket dan informasi perjalanan. Penjelasan yang cepat dan jelas membuat antrean lebih rapi dan waktu tunggu berkurang. Pendekatan yang komunikatif menciptakan suasana pelayanan yang lebih ramah bagi pemudik.

Fadli Bilal merasakan manfaat langsung dari interaksi tersebut. Ia menyebut pengalaman di lapangan membuka cara pandang baru.

Baca juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok

“Kami tidak hanya membantu secara teknis, tapi belajar menghadapi berbagai karakter penumpang. Pengalaman seperti ini tidak kami dapatkan di kelas,” katanya.

Respons positif datang dari masyarakat. Lailatul Zahra, pemudik asal Surabaya, mengaku terbantu dengan kehadiran relawan.

“Mereka sigap memberi informasi jalur keberangkatan. Saya jadi lebih tenang,” ucapnya.

Hal serupa disampaikan Santoso, pemudik tujuan Nganjuk yang baru pertama kali naik kereta.

Baca juga: Ketika Riset Menjadi Administrasi, Negara Kehilangan Senjata

“Saya sempat bingung. Mereka langsung mendekat dan membantu. Sangat membantu,” tuturnya.

Kegiatan tersebut tidak hanya berdampak bagi pemudik. Mahasiswa juga mendapat pengalaman menghadapi situasi riil dengan tekanan dan dinamika tinggi.

Kampus pun menyiapkan langkah lanjutan dengan mengonversi program relawan menjadi setara Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kebijakan tersebut membuka ruang baru bagi model pengabdian mahasiswa. Tidak lagi terbatas di desa, tetapi juga menjawab kebutuhan kota yang padat dan kompleks, seperti arus mudik yang setiap tahun menghadirkan tantangan baru.

Editor : Ali Masduki

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru