jatimnow.com-Gudang berisi berkas dan peralatan kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung dilahap jago merah. Akibat kebakaran ini, diperkirakan kerugian material mencapai puluhan juta.
Kasi Penyelamatan dan Evakuasi, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Iwan Supriyono mengatakan, peristiwa kebakaran di gudang Dinkes Tulungagung terjadi sekitar 08.00 WIB. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh petugas keamanan yang berjaga di pintu masuk.
Baca juga: Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri
"Awalnya petugas yang berjaga mencium aroma seperti kabel terbakar. Kemudian dia mengecek dan mencari asal bau tersebut," ujarnya, Sabtu (24/1/2026).
Petugas yang mengecek dikagetkan dengan asap tebal berada di gudang umum. Peristiwa kebakaran segera diinformasikan kepada petugas Damkar Tulungagung.
"Kami membawa satu unit armada pemadam kebakaran dan satu unit truk tangki suplai air ke lokasi kejadian," terangnya.
Disekitar lokasi kebakaran banyak material tumpukan dokumen kertas dan beberapa barang yang mudah terbakar. Sehingga perlu proses pemadaman api dengan cepat.
Baca juga: Datangi DPRD, PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Wadul Gaji Tak Layak
"Proses pemadaman berlangsung cukup cepat. Sekitar 15 menit api sudah padam," ungkapnya.
Usai api berhasil dipadamkan, petugas Damkar Tulungagung mencoba mencari penyebab terjadinya kebakaran. Hasilnya didapati bahwa api berasal dari konsleting listrik box Private Automatic Branch Exchange (PABX).
"Box PABX berfungsi sebagai kotak panel yang berfungsi mengatur lalu lintas komunikasi internal dan eksternal yang diduga mengalami konsleting," paparnya.
Baca juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya
Konsleting listrik memunculkan percikan api dan membuat barang yang disekitarnya terbakar. Akibatnya, Dinkes Tulungagung mengalami kerugian material mencapai Rp 25 juta.
"Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa. Dan api tidak sempat merembet ke ruang lain yang berisi dokumen penting kantor," pungkasnya.
Editor : Bramanta