jatimnow.com - Modus penipuan melalui media sosial dengan mencatut program Badan Gizi Nasional (BGN) 2025 kembali beredar. Diskominfo SP Tuban mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi palsu tersebut.
Kabar hoaks yang beredar terkait pendaftaran Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) 2025 dengan biaya administrasi Rp50 ribu.
Baca juga: Dirjen Migas Sidak SPBE Tuban: Kapal Sudah Sandar, Pasokan LPG Aman!
Untuk diketahui, BGN 2025 membuka peluang bagi berbagai pihak yang ingin bergabung menjadi mitra untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Adapun program ini bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat kurang mampu.
Pesan yang beredar melalui aplikasi perpesanan WhatsApp ini menyebutkan bahwa pendaftaran adalah bagian dari program pemerintah untuk mencerdaskan Anak Generasi Emas dan menawarkan bantuan Rp5 juta serta pelatihan daring. Calon peserta diminta membayar biaya administrasi melalui tautan yang disebutkan dalam pesan.
Namun setelah ditelusuri, Tim Klinik Hoaks Diskominfo SP Tuban menemukan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Baca juga: Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar di Tuban, Stok Bahan Pokok Aman
Melansir dari akun resmi Kantor Komunikasi Kepresidenan (@pco.ri), diklarifikasi bahwa BGN tidak pernah meminta, menghimpun, atau menyimpan dana dari pihak manapun untuk pendaftaran mitra.
Selain itu, disebutkan bahwa pendaftaran resmi Mitra BGN hanya dilakukan melalui situs web mitra.bgn.go.id, tanpa dikenakan biaya administrasi.
Selanjutnya, tim Klinik Hoaks Diskominfo SP Tuban mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa kebenaran informasi melalui sumber resmi sebelum mempercayai atau menyebarkan pesan di media sosial.
Baca juga: SMK Ma'arif Jatim Siap Cetak Generasi Unggul
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya korban hoaks dengan selalu memeriksa kredibilitas sumber informasi, yaitu dengan memastikan bahwa informasi berasal dari situs resmi pemerintah atau melalui akun media sosial yang terverifikasi.
Kedua, menghindari atau mengklik tautan mencurigakan. Tautan dalam pesan tidak resmi sering kali digunakan untuk mengumpulkan data pribadi atau bahkan melakukan tindakan peretasan.
Editor : Endang Pergiwati