jatimnow.com - Warga Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, mulai kembali menikmati akses air bersih setelah fasilitas sumur dan penyulingan air diresmikan, Senin (11/5/2026).
Program tersebut hadir sebagai bagian dari pemulihan pascabanjir bandang yang melanda wilayah itu pada akhir tahun lalu.
Baca juga: Dorong UMKM Go Digital, Tiar Karbala Turun ke Surabaya
Peresmian dilakukan Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala bersama Kitabisa.com, pemerintah daerah, serta Karang Taruna Kabupaten Pidie Jaya.
Bencana banjir sebelumnya membuat ribuan warga kesulitan memperoleh air bersih. Banyak keluarga harus menghemat penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari karena sumber air tercemar lumpur dan tak layak konsumsi.
Data pemerintah daerah mencatat lebih dari 20 ribu warga sempat mengungsi akibat banjir. Selain itu, lebih dari 10 ribu rumah terendam dan ratusan fasilitas umum mengalami kerusakan.
“Sebagaimana arahan Bapak Presiden Prabowo, negara harus hadir di tengah masyarakat yang terkena musibah. Pemerintah memastikan Aceh dapat bangkit kembali dan penanganan warga terdampak berjalan maksimal,” kata Tiar N. Karbala saat berdialog dengan warga.
Ia menyebut penyediaan air bersih menjadi langkah awal mempercepat pemulihan kebutuhan dasar masyarakat.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan membantu aktivitas warga kembali normal dan mendorong perputaran ekonomi desa.
Program sumur air bersih itu merupakan hasil kolaborasi antara Kitabisa.com, Karang Taruna, pemerintah pusat, serta pemerintah daerah. Tiga desa di Kecamatan Meurah Dua menjadi penerima manfaat utama program tersebut.
President dan Co-Founder Kitabisa.com, M. Alfatih Timur atau Timmy, mengatakan fasilitas tersebut dibangun dari donasi masyarakat yang dikumpulkan melalui platform digital.
Baca juga: Pemerintah Pacu UMKM Jatim Adopsi AI Lewat AIM ASEAN
Menurut dia, dukungan publik memungkinkan pembangunan sumur dan fasilitas penyulingan air layak minum di sejumlah titik terdampak banjir di Aceh.
“Program seperti ini hanya bisa berjalan karena gotong royong banyak pihak, mulai dari donatur, pemerintah daerah, relawan, hingga warga yang ikut menjaga fasilitasnya,” ujar Timmy.
Bupati Sibral Malasyi mengaku bantuan tersebut sangat membantu pemulihan masyarakat setelah berbulan-bulan menghadapi keterbatasan air bersih.
“Perekonomian warga perlahan pulih. Sumur air bersih sangat dibutuhkan masyarakat,” kata dia.
Kepala Desa Gamplong Blang, Muslim, menyebut kondisi warga berubah cukup signifikan setelah fasilitas air bersih mulai beroperasi.
Baca juga: Canggih, Alat Buatan Mahasiswa Untag Ini Bisa Uji Higienitas Air Galon
Sebelumnya, warga harus membatasi mandi dan penggunaan air karena stok sangat terbatas.
Kini masyarakat dapat kembali mencuci pakaian, mandi, dan memperoleh air minum lebih mudah tanpa khawatir kesehatan terganggu akibat air tercemar.
“Dulu kami harus hemat air, mandi pun kadang hanya dua kali seminggu. Sekarang sudah lebih mudah,” ujar salah seorang warga.
Pemerintah pusat memastikan program pemulihan pascabencana di Aceh akan terus berlanjut.
Selain pembangunan fasilitas air bersih, rehabilitasi infrastruktur dan pemulihan ekonomi warga masih menjadi prioritas di sejumlah wilayah terdampak banjir.
Editor : Ali Masduki