Warisi Darah Pesilat, Kakak Beradik asal Kediri Ukir Prestasi hingga Nasional

Reporter : Yanuar D
Panandhita Cakra dan kakaknya, Putri Ratu Sabda bersama sang ayah Irham Abimanyu. (dok. Pribadi)

jatimnow.com - Di sela kesibukan sekolah dan aktivitas remaja seusianya, dua kakak beradik asal Pare, Kediri, memilih menghabiskan waktu di gelanggang latihan pencak silat. Keringat, disiplin, dan latihan rutin menjadi bagian dari keseharian Panandhita Cakra Cantrika Pangruat Negari (14) dan sang kakak, Putri Ratu Sabda Semesta Setianing Nagari (16).

Bagi keduanya, pencak silat bukan sekadar olahraga. Seni bela diri tradisional itu telah menjadi bagian dari perjalanan hidup keluarga mereka.

Baca juga: Mahasiswi UIN KHAS Jember Raih Perunggu di Ajang Kejurprov IPSI Jatim 2026

Panandhita yang kini duduk di bangku kelas 7 MTs 1 Pare, serta Putri Ratu, siswi kelas 9 SMP Islam Al-Fath Pare, mengenal pencak silat sejak usia dini. Lingkungan keluarga menjadi tempat pertama mereka belajar tentang ketekunan dan nilai-nilai persaudaraan.

Sang ayah, Irham Abimanyu, menuturkan bahwa kecintaan anak-anaknya terhadap pencak silat tumbuh secara alami karena ia dan keluarga juga memiliki latar belakang yang sama.

“Ketertarikan mereka memang berawal dari keluarga. Orang tuanya sejak kecil sudah ikut pencak silat, jadi anak-anak ikut terdorong,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Untuk mengembangkan kemampuan anak-anaknya, Irham memilih PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) Ranting Koramil Pare sebagai tempat berlatih. Baginya, perguruan tersebut bukan hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga membentuk karakter.

“Ajaran di PSHT tidak hanya soal fisik, tetapi juga nilai ke-Esa-an, budi pekerti, tata krama, menghormati orang tua, serta pendidikan karakter,” jelasnya.

Di bawah bimbingan pelatih Saiful, Panandhita dan Putri Ratu rutin menjalani latihan di Rayon Koramil Pare. Dukungan lingkungan latihan yang kondusif turut membuat keduanya semakin berkembang.

Baca juga: POSSI Kediri Borong 14 Medali di Kejurda Finswiming Jawa Timur 2026

“Pihak Koramil sangat mendukung. Tempat bisa digunakan selama tetap menjaga waktu dan tata krama,” imbuh Irham.

Perjalanan latihan yang dijalani dengan disiplin mulai membuahkan hasil. Kakak beradik ini berhasil mengoleksi sejumlah prestasi, mulai tingkat daerah hingga nasional. Mereka pernah meraih juara umum di Mojokerto, juara nasional di Madura dan Lamongan, hingga juara tiga umum pada Kejurkab Kediri.

Tak hanya prestasi di arena pertandingan, manfaat pencak silat juga dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Irham menyebut kondisi kesehatan anak-anaknya yang sebelumnya memiliki gangguan pernapasan kini berangsur membaik berkat latihan rutin, terutama teknik pernapasan dalam pencak silat.

Perubahan sikap pun ikut terlihat. Menurut Irham, kedua anaknya kini lebih disiplin, mampu mengatur waktu, dan tidak lagi terlalu bergantung pada gawai.

Baca juga: PSSI Kota Kediri Cari Pemain untuk Porprov Jatim 2027, Usia 19-21 Tahun Merapat!

“Setelah ikut PSHT, anak-anak jadi jauh berkurang bermain HP. Mereka lebih fokus latihan. Ini yang menurut saya luar biasa,” katanya.

Sebagai orang tua, Irham mengaku terus mendampingi perkembangan anak-anaknya. Ia rutin berkomunikasi dengan pelatih dan memberikan dukungan saat latihan di rumah.

Ke depan, ia berharap Panandhita dan Putri Ratu bisa terus berkembang, baik dalam prestasi maupun pendidikan. Ia juga membuka peluang bagi keduanya untuk mengikuti ajang yang lebih besar, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

“Harapan saya, anak-anak bisa menjadi pribadi yang berprestasi, berakhlak baik, dan tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru