jatimnow.com - Tren skincare di kalangan Gen Z terus meningkat, didorong derasnya arus informasi di media sosial. Namun, lonjakan minat tersebut belum selalu diiringi pemahaman yang memadai, sehingga memicu kesalahan penggunaan produk yang berdampak langsung pada kesehatan kulit.
Fenomena skincare Gen Z terlihat dari pola konsumsi yang cepat berubah mengikuti tren. Banyak pengguna muda mencoba berbagai produk tanpa memahami kondisi kulit masing-masing. Dampaknya, keluhan seperti iritasi, kemerahan, hingga dehidrasi kulit makin sering ditemukan.
Baca juga: Workshop Crochet Kirby di Surabaya Dorong UMKM Handmade Lokal
Founder NEVE Beauty Care, dr. Regina Kalista, menyebut paparan informasi digital menjadi faktor utama. “Informasi skincare di media sosial sangat banyak, tetapi tidak semuanya akurat. Banyak Gen Z akhirnya keliru memilih dan menggunakan produk,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Salah satu kesalahan yang kerap terjadi ialah penggunaan home peeling tanpa pengawasan. Prosedur tersebut memiliki risiko tinggi jika dilakukan sembarangan, mulai dari iritasi hingga kerusakan kulit dalam jangka panjang.
Selain itu, pemakaian toner secara berlebihan terutama pada kulit kering juga dapat mengganggu skin barrier. Kondisi tersebut mempercepat munculnya tanda penuaan dan membuat kulit lebih rentan terhadap masalah lain.
Di tengah tren hasil instan seperti kulit glowing, dr. Regina mengingatkan bahwa skincare tidak bekerja dalam waktu singkat.
“Hasil skincare tidak instan. Biasanya perubahan baru terlihat setelah 4 sampai 6 bulan penggunaan yang konsisten,” katanya.
Baca juga: Hanae Clinic Buka di Surabaya, Tawarkan Perawatan Wajah Berbasis Filosofi Jepang
Ia menambahkan, hasil cepat umumnya diperoleh melalui tindakan di klinik, bukan dari penggunaan produk harian semata. Dalam praktiknya, banyak pasien datang dengan kondisi kulit yang sudah bermasalah akibat penggunaan produk yang tidak tepat.
Penanganan awal biasanya difokuskan pada pemulihan skin barrier sebelum masuk ke tahap perawatan lanjutan. Langkah tersebut penting untuk mengembalikan fungsi dasar kulit.
Menurut dr. Regina, perawatan tidak harus rumit atau mahal. Rutinitas sederhana seperti membersihkan wajah, menggunakan pelembap yang sesuai, serta sunscreen sudah cukup menjadi dasar menjaga kesehatan kulit.
Baca juga: Klinik Kecantikan Sidoarjo Ini Utamakan Konsultasi Daripada Tindakan
Edukasi dinilai menjadi kunci agar tren skincare tidak berujung pada masalah baru. Masyarakat, terutama Gen Z, disarankan lebih selektif, melakukan riset, dan berkonsultasi dengan tenaga profesional sebelum mencoba produk atau treatment.
“Tidak perlu menghabiskan banyak uang. Yang penting konsisten dan sesuai kebutuhan kulit,” ujarnya.
Dengan pemahaman yang lebih baik, perawatan kulit dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat, bukan sekadar mengikuti arus tren yang cepat berubah.
Editor : Ali Masduki