Yonranratfib 2 Mar Uji Akurasi Senjata Mesin di Medan Situbondo

Reporter : Ni'am Kurniawan
Aksi penembakan dinamis Ranpur BTR 50 PM Yonranratfib 2 Mar saat menghancurkan pertahanan musuh dengan senjata M2HB kaliber 12,7 mm di Pusat Latihan Tempur 5 Marinir Baluran. (Foto: Munawir for jatimnow.com)

jatimnow.com - Deru mesin dan dentuman senjata berat memecah kesunyian Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) 5 Marinir, Baluran, Kamis (09/4/2026). Kendaraan tempur (Ranpur) BTR 50 PM milik Yonranratfib 2 Mar bergerak taktis menyisir rute serangan untuk melumat pertahanan musuh dalam simulasi Latihan Satuan Dasar (LSD) I Aspek Darat 2026.

Dalam skenario Operasi Darat (Opsrat) ini, para awak Ranpur pamer kebolehan mengoperasikan senjata M2HB kaliber 12,7 mm dan GPMG kaliber 7,62 mm.

Baca juga: Prajurit Yonif 3 Marinir Asah Ketepatan Menembak Malam di Surabaya

Medan Karangtekok menjadi saksi bagaimana baja-baja berjalan ini melakukan transisi dari pendaratan amfibi menuju penghancuran sasaran darat secara presisi.

Aksi ini bukan tanpa tantangan. Sepanjang rute serangan, para prajurit harus menghadapi berbagai hambatan, mulai dari hujan tembakan Senjata Mesin Sedang (SMS) hingga ancaman teknologi terkini berupa unit drone intai lawan.

Komandan Yonranratfib 2 Marinir, Letkol Marinir Arif Wahyudi, menjelaskan bahwa latihan ini dirancang untuk mempertajam naluri tempur dan ketangguhan mental kru di lapangan.

Baca juga: Siaga Operasi Militer, Intip Latihan Taktis Yonif 3 Marinir di Sidoarjo

Menurutnya, dinamika ancaman saat ini menuntut prajurit tidak hanya jago menembak, tapi juga cerdik membaca situasi.

"Kemampuan memadukan manuver kendaraan dengan akurasi tembakan, baik saat posisi diam maupun bergerak, menjadi bukti profesionalisme prajurit Kavaleri yang responsif terhadap medan tempur modern," ujar Arif di sela-sela latihan.

Baca juga: Aksi Serangan Kilat Brigif 2 Marinir Lumpuhkan Musuh di Karangpilang

Latihan ini menjadi fase penting bagi Korps Marinir untuk memastikan kesiapan operasi tempur tetap berada di level tertinggi. Arif meminta anak buahnya memanfaatkan setiap detik simulasi untuk meningkatkan kualitas individu.

"Setiap tahapan adalah momentum memperkuat soliditas satuan. Kami ingin membentuk kesiapan operasi yang optimal dan dedikasi tanpa kompromi demi menjaga kedaulatan NKRI," pungkasnya.

Editor : Ali Masduki

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru