jatimnow.com - Belasan balon udara diamankan Polsek Durenan Trenggalek saat pengamanan Lebaran Ketupat beberapa waktu lalu. Jumlah balon udara yang diamankan ini menurun dibanding tahun lalu. Polisi menyebut hal dikarenakan adanya kesadaran dari masyarakat terhadap bahaya menerbangkan balon udara.
Kapolsek Durenan Iptu Sagi Janitra mengatakan, penertiban dilakukan oleh petugas gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, dan PLN melalui penyisiran di sejumlah desa. Dari hasil operasi tersebut, petugas mengamankan 10 balon udara berukuran sedang hingga besar di wilayah Durenan, serta enam balon lainnya di kawasan Kota Trenggalek.
Baca juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya
"Balon udara tersebut rencananya akan diterbangkan oleh remaja dan anak-anak di area perkampungan dan persawahan sebagai bagian dari tradisi Lebaran Ketupat," ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Mulai Sore Ini Jalan Nasional Tulungagung – Trenggalek Ditutup Total
Selanjutnya, seluruh balon udara yang diamankan dibawa ke Mapolsek Durenan untuk dimusnahkan. Jumlah temuan tahun ini tercatat menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Selain balon udara, petugas juga mengamankan petasan termasuk petasan berukuran lima sentimeter dan petasan renteng. Terdapat 27 anak yang terlibat dalam penerbangan balon udara ini. Namun, mereka tidak diproses hukum dan hanya diberikan pembinaan lalu dikembalikan ke orang tua," terangnya.
Baca juga: Warga Blitar Tewas Terkena Ledakan Petasan Balon Udara, 2 Bocah Terluka
Penertiban ini dilakukan untuk mencegah potensi bahaya seperti kebakaran, gangguan jaringan listrik, hingga risiko terhadap keselamatan penerbangan. Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya balon udara tanpa kendali, meskipun kegiatan tersebut telah menjadi tradisi dalam perayaan Lebaran Ketupat.
Editor : Bramanta