jatimnow.com - Rumah semi permanen di Jalan Bumiarjo Gang V No. 41-B, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, hangus dilalap si jago merah pada Sabtu (7/3/2026). Korsleting listrik yang terjadi di bagian dapur rumah diduga menjadi pemicu terjadinya kebakaran.
Peristiwa nahas ini terjadi saat rumah dalam kondisi kosong. Sang pemilik rumah, Rimanto (65), berada di luar untuk urusan kerja. Dengan demikian, kejadian ini tidak sampai memakan korban jiwa maupun korban luka.
Baca juga: Seorang Lansia Tewas dalam Kebakaran Ruko Sepeda Anak di Simokerto Surabaya
Beruntung, respons cepat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya berhasil mencegah api menjalar ke bangunan utama dan rumah warga di sekitarnya.
Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, Much. Rokhim, mengatakan bahwa bagian rumah yang terbakar berada di area dapur yang menghubungkan beberapa petak rumah.
“Yang terbakar adalah bagian dapur dengan ukuran kurang lebih 2x15 meter. Rumah tersebut merupakan bangunan semi permanen yang dibagi menjadi tiga petak, namun bangunan utama berhasil kami selamatkan,” ujarnya.
Baca juga: Rumah Dua Lantai di Sawahan Surabaya Terbakar, Diduga Dipicu Obat Nyamuk Bakar
Rokhim menjelaskan, Laporan awal masuk ke Command Center pada pukul 11.59 WIB. Hanya butuh waktu lima menit, tepatnya pukul 12.04 WIB, tim pemadam dari Pos Komando Taktis (Poskotis) Joyoboyo sudah tiba di lokasi kejadian.
Api pokok berhasil dipadamkan dengan cepat sekitar pukul 12.08 WIB. Proses pembasahan kemudian dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa api hingga situasi dinyatakan kondusif pada pukul 13.00 WIB.
Baca juga: Kebakaran RSUD dr Soetomo Surabaya, 1 Pasien Dilaporkan Tewas
Proses pemadaman sempat terkendala akses menuju titik api mengingat kondisi gang yang sangat sempit, sehingga armada truk pemadam tidak bisa masuk ke depan rumah korban.
"Unit kami harus berhenti sekitar 200 meter dari lokasi. Petugas kemudian bahu-membahu menarik selang panjang untuk menjangkau titik api," jelas Rokhim.
Editor : Dadang Kurnia