jatimnow.com - Meskipun ombak di wilayah perairan selatan (kidul) Banyuwangi tergolong tinggi, nelayan di Pelabuhan Muncar Kabupaten Banyuwangi tetap nekat melaut.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Muncar, Hasan Basri mengatakan, meskipun terjadi gelombang tinggi, nelayan di wilayah perairan Muncar diakuinya tetap melaut. Karena kali ini musim ikan layang.
Baca juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang
"Kalau ombak terlalu ekstrim nelayan tidak akan berangkat, tapi kalau masih bisa diterjang nelayan akan tetap menerjang," kata Hasan saat dikonfirmasi, Jumat (20/7/2018).
Untuk gelombang tinggi di daerah Muncar, saat ini mencapai 2 meter. Kalau ketinggian ombak hingga menutupi alat pemecah ombak (APO) dari beton, nelayan di wilayahnya diimbau untuk tidak melaut.
"Kalau ombak sampai naik ke alat pemecah ombak atau setinggi 3 meter, nelayan kami sarankan tidak melaut," ujarnya.
Baca juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran
Sedangkan untuk jumlah nelayan di wilayah Muncar saat ini, tercatat 13.472 orang dengan jumlah armada sejumlah 2.000-an kapal besar dan kecil.
"Sekarang lagi musim ikan layang, biasanya 1 kapal besar memperoleh ikan antara 4 sampai 6 ton," ungkapnya.
Baca juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas
Reporter: Hafiluddin Ahmad
Editor: Erwin Yohanes
Editor : Erwin Yohanes