Muhammadiyah Sikapi Munculnya Sejumlah Kerajaan di Indonesia

Reporter : Mita Kusuma
Ketum PP Muhamadiyah Haedar Nashir (kanan) dan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat meresmikan RS Muhammdiyah di Ponorogo

jatimnow.com - Rakyat Indonesia dihebohkan dengan kemunculan sejumlah orang yang mendirikan sebuah kerajaan dan memegang kendali kerajaan yang mereka dirikan. Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat (PP) Muhamadiyah Haedar Nashir menanggapi fenomena tersebut.

Haedar mengatakan, Muhammadiyah sebagai gerakan Islam membawa pembarahuan, tentu fenomena tersebut sangat memprihatinkan.

Baca juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

"Kami prihatin adanya kelompok-kelompok atau orang yang menisbahkan dirinya atau mengaitkan dirinya dengan kesultanan atau kerajaan dan sejenisnya," kata Haedar di sela peresmian Rumah Sakit Muhammadiyah di Ponorogo, Rabu (29/1/2020).

Menurutnya, fenomena itu membawa pada kebodohan masyarakat, apalagi jika tidak ada kehati-hatian. Dan tentu hal tersebut berisi sebuah keburukan.

"Yakni membuka peluang pada kerugian dan nanti hal-hal yang tidak diinginkan oleh pemerintah maupun masyarakat," tambahnya.

Baca juga: Demam Piala Dunia 2026 Warnai MPLS di SMP Muhammadiyah 12 Gresik Kota Baru

Dia menyebut, gejala itu muncul dalam masyarakat yang berubah ada orang atau kelompok teralienasi dari perubahan lalu responnya aneh-aneh.

"Bahkan di media sosial, di mana berita buruk menjadi bagus. Orang cenderung jadi aneh-aneh, jadi laku dijual. Kita sangat prihatin," ungkapnya.

Baca juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

Menurutnya, dari aspek spiritualitas, hal tersebut tidak menanamkan hal yang positif dan justru membuat orang menjadi milenarisme. Dia mengaku orang dihibur dengan adanya kerajaan, adanya masa depan yang baik dan gemah ripah loh jinawi.

"Padahal itu kamuflase dari atraksi orang yang ingin memperoleh tempat di masyarakat," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru