Selidiki Terbakarnya Pasar Ngunut Tulungagung, Ini Temuan Tim Labfor

Reporter : Bramanta Pamungkas
Tim Labfor Polda Jatim lakukan olah TKP di Pasar Ngunut Tulungagung yang terbakar

jatimnow.com - Laboratorium Forensik atau Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya di Polda Jatim melakukan olah TKP di lokasi kebakaran Pasar Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Minggu (10/11/2019).

Bersama tim Inafis Satreskrim Polres Tulungagung, mereka melakukan olah TKP di sisi selatan pasar. Dari hasil keterangan sejumlah saksi, api yang membakar ratusan lapak dan kios pedagang berasal dari bagian dalam sisi selatan.

Baca juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Baca juga: 

Kabid Labfor Polda Jatim, Kombes Pol Koesnadi mengatakan dalam olah TKP ini pihaknya menemukan titik awal munculnya api yang berasal dari sebuah lapak penjual aksesoris di bagian dalam sisi selatan pasar.

Api dengan cepat merembet ke sisi lain karena hembusan angin dan banyaknya material yang mudah terbakar dalam pasar tersebut.

Baca juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Titik awal api sudah kami ketemukan yakni di sebuah lapak penjual aksesoris di sisi selatan bagian dalam," kata kombes Pol Koesnadi.

Ia menyebut, meski telah menemukan titik awal api namun tim Puslabfor masih belum mengetahui pasti penyebab terjadinya kebakaran.

Mereka masih membutuhkan waktu lagi untuk mendalami kasus tersebut. Dua buah barang bukti yakni abu sisa kebakaran dan dua buah lampu dibawa sebagai barang bukti.

Baca juga: Ribuan Pencari Kerja Padati Job Fair yang Digelar Disnakertrans Tulungagung

"Secepatnya akan kita ungkap penyebab pasti kebakaran ini, kira kira 7 hari lagi," ujarnya.

Sebelumnya kebakaran terjadi di pasar Tradisional Ngunut, Jumat (8/11) petang. Ratusan kios dan lapak milik pedagang ludes dilalap si jago merah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Editor : Sandhi Nurhartanto

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru