jatimnow.com - Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Surabaya bekerja sama dengan Notaris dan PPAT Alumni Ubaya (NPAU) menggelar seminar nasional bertema reforma agraria dan ketahanan pangan nasional di Kampus Ubaya Tenggilis, Senin (25/5/2026).
Seminar bertajuk “Problematika LSD, LBS, LP2B, dan Lahan Hutan dalam Reforma Agraria Terkait Ketahanan Pangan Nasional” tersebut menghadirkan Direktur Landreform Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI, Rudi Rubijaya.
Baca juga: Cara Unik DKV Ubaya Dongkrak Literasi, Visualkan Tokoh Fiksi di Atas Buku
Dalam paparannya, Rudi menilai penataan aset melalui reforma agraria menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya jumlah penduduk dan keterbatasan lahan.
“Tanah harus dimanfaatkan sesuai karakter fisik dan sosial budayanya agar dapat memberikan manfaat maksimal sekaligus menciptakan keseimbangan,” ujar Rudi.
Ia menjelaskan reforma agraria tidak hanya berkaitan dengan penataan kepemilikan tanah, tetapi juga berpengaruh terhadap pengurangan konflik agraria, pemerataan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, hingga ketahanan pangan nasional.
Menurut dia, masyarakat perlu lebih berhati-hati saat membeli tanah dengan memastikan kesesuaian tata ruang agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun konflik pemanfaatan lahan di kemudian hari.
Baca juga: Gandeng FH Ubaya, BPN Jatim Percepat Digitalisasi Pertanahan Jatim
Ketua Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Ubaya, Yoan Nursari Simanjuntak, mengatakan seminar tersebut digelar karena kebijakan reforma agraria masih memunculkan banyak persoalan di masyarakat, terutama terkait pengelolaan lahan dan ketahanan pangan.
“Seminar ini menjadi ruang diskusi antara pemerintah dan masyarakat agar persoalan terkait LSD, LBS, LP2B, dan lahan hutan dapat dipahami secara lebih jelas,” kata Yoan.
Ia menambahkan kegiatan tersebut merupakan bagian dari forum ilmiah rutin yang digelar Magister Kenotariatan FH Ubaya untuk membahas persoalan kenotariatan dan pertanahan yang berkembang di masyarakat.
Baca juga: Marinir Panen 17 Ton Padi di Sidoarjo, Perkuat Pangan TNI AL
Sementara itu, Ketua Notaris dan PPAT Alumni Ubaya (NPAU), David Hardjo, menyebut kolaborasi antara alumni dan kampus diperlukan agar kegiatan akademik dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Sinergi antara alumni dan kampus penting untuk menghadirkan kegiatan yang produktif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Editor : Ali Masduki