jatimnow.com – Sebuah rumah dua lantai di kawasan Jalan Petemon 1 No. 107, Kelurahan Petemon, Kecamatan Sawahan, Surabaya, dilalap si jago merah pada Minggu sore (12/4/2026). Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik di lantai dua bangunan.
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan pada pukul 15.50 WIB oleh warga. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya bergerak cepat, dengan unit pertama dari Pos Grudo berangkat pukul 15.51 WIB dan tiba di lokasi kejadian kebakaran (TKK) pada pukul 15.55 WIB.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api merambat ke bagian bangunan lainnya maupun rumah di sekitarnya. Total sebanyak 11 unit tempur dan 4 unit tim rescue dikerahkan dalam penanganan kejadian ini.
Api berhasil dipadamkan pada pukul 16.17 WIB, dilanjutkan proses pembasahan hingga dinyatakan kondusif pada pukul 16.39 WIB.
Kepala Bidang Pemadam Kebakarandan Penyelamatan Surabaya, Moch. Rokim, mengatakan bahwa kebakaran hanya terjadi di lantai dua rumah milik Muhammad Ryan Imanda (37).
Baca juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan
“Dugaan sementara akibat korsleting listrik di lantai dua. Beruntung api tidak sampai merambat ke lantai satu maupun bangunan lain di sekitarnya,” ujarnya.
Rokim menambahkan, struktur bangunan di lantai dua yang sebagian menggunakan material mudah terbakar seperti triplek turut mempercepat penyebaran api di bagian tersebut. Meski demikian, bagian depan bangunan yang menggunakan konstruksi cor membantu menahan api agar tidak meluas.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Luas area yang terbakar sekitar 8 x 12 meter di lantai dua,” imbuhnya.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan
Dalam proses penanganan, DPKP Surabaya turut dibantu sejumlah pihak, di antaranya BPBD, Posko Terpadu Dukuh Pakis, Praja Kecamatan Sawahan, serta PLN untuk memastikan keamanan instalasi listrik pascakebakaran.
Petugas memastikan kondisi lokasi telah aman dan kondusif. Warga diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik, terutama pada instalasi yang sudah lama atau tidak sesuai standar.
Editor : Bramanta