jatimnow.com - Sebagian besar umat Muslim di seluruh dunia tengah bersiap menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H. Idulfitri merupakan momen kemenangan yang dinanti setelah sebulan penuh berpuasa Ramadan.
Saat mengawali pagi di hari yang fitri, umat Islam dianjurkan menghidupkan berbagai amalan sunah sebelum melangkah ke masjid atau lapangan tempat pelaksanaan Salat Idulfitri.
Baca juga: Update Arus Balik: 1,15 Juta Kendaraan Lintasi Tol Pandaan-Malang
Mengamalkan sunah-sunah ini bertujuan untuk menyempurnakan ibadah dan meraih pahala maksimal di hari kemenangan.
Makan Sebelum Berangkat
Berbeda dengan Iduladha, dimana umat Islam disunahkan menahan makan hingga selesai salat, pada Idulfitri, Rasulullah SAW justru mencontohkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat. Makanan yang disunahkan adalah kurma dalam jumlah ganjil. Hal ini sebagai penanda bahwa hari itu puasa telah diharamkan.
"Rasulullah SAW tidak berangkat pada hari Idulfitri sebelum memakan beberapa buah kurma... beliau memakannya dalam jumlah ganjil." (HR. Bukhari No. 953, dari Anas bin Malik RA)
Mandi Hari Raya
Sebelum mengenakan pakaian yang rapi, umat Islam disunahkan untuk mandi dengan niat mandi hari raya guna menyucikan diri dan memberikan kesegaran pada tubuh.
"Bahwasanya Ibnu Umar RA selalu mandi pada hari Idulfitri sebelum ia berangkat menuju tempat salat." (HR. Malik dalam Al-Muwatta' No. 384)
Mengenakan Pakaian Terbaik dan Memakai Wewangian
Baca juga: Tol Gempol-Pandaan Mulai Landai, Jasa Marga Tetap Siagakan Skenario Antrean
Menyambut hari raya adalah bentuk syiar dan rasa syukur. Oleh karena itu, dianjurkan untuk memakai pakaian terbaik yang dimiliki (tidak harus baru, yang penting bersih dan suci) serta memakai wewangian bagi laki-laki.
"Rasulullah SAW memerintahkan kami pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki, memakai wewangian terbaik yang bisa kami dapatkan, dan berkurban dengan hewan yang paling mahal yang mampu kami beli." (HR. Al-Hakim, dari Al-Hasan bin Ali RA)
Mengambil Rute Perjalanan yang Berbeda
Saat berangkat menuju tempat pelaksanaan Salat Idulfitri, sangat dianjurkan untuk berjalan kaki jika jaraknya memungkinkan. Selain itu, sunah yang sering terlupakan adalah membedakan rute antara jalan saat pergi dan saat pulang.
Hikmahnya adalah agar kedua jalan tersebut bisa menjadi saksi amal ibadah di akhirat kelak, serta untuk memperbanyak silaturahmi dengan orang-orang yang ditemui di jalan.
Baca juga: KAI Daop 8 Surabaya Selamatkan Barang Penumpang Senilai Rp138 Juta
"Nabi SAW ketika hari raya mengambil jalan yang berbeda (antara saat pergi dan pulang)." (HR. Bukhari No. 986, dari Jabir bin Abdullah RA)
Memperbanyak Takbir di Perjalanan
Sejak malam Idulfitri hingga imam naik ke mimbar sebagai tanda dimulainya Salat Idulfitri, umat Islam disunahkan untuk terus menggemakan takbir. Lantunan takbir ini diucapkan baik di rumah, di masjid, maupun di sepanjang perjalanan menuju tempat Salat Id.
"Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (bertakbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah: 185)
Editor : Dadang Kurnia