Rabu, 10 Jun 2026 02:26 WIB

Cerita Korban Penipuan CPNS Banyuwangi

  • Penulis :
  • | Selasa, 20 Mar 2018 19:13 WIB
Orang tua korban penipuan CPNS Pengadilan Agama Banyuwangi.
Orang tua korban penipuan CPNS Pengadilan Agama Banyuwangi.

jatimnow.com - Korban penipuan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), atau yang sekarang disebut Aparatur Sipil negara (ASN) di lingkungan Pengadilan Agama Banyuwangi, mengaku pasrah.

Mu'inah (45) warga Lingkungan Krajan, Kelurahan Kertosari, Banyuwangi mengaku telah mengorbankan seluruh harta bendanya.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

Alih-alih mendapatkan keinginannya, Mu'inah yang mengaku telah menjual emas dan Honda Beat sebesar Rp 20 juta yang akhirnya raib di tangan Eko Setyo Pribadi (41) warga Jalan Ikan Lemuru Kelurahan Tukangkayu Kecamatan Banyuwangi.

Anaknya Mu'inah, Amalia Mifta Tia Ningrum (21) oleh Eko dijanjikan akan menjadi PNS di lingkungan Pengadilan Agama Banyuwangi dengan sejumlah persyaratan termasuk uang pelicin.

"Bayangan saya, kalau Amalia jadi PNS masa depannya kan enak bisa jadi gandolan orang tua," kata ibu 3 anak itu kepada jatimnow.com, di warungnya Jalan Kepiting Banyuwangi, Selasa (20/3/2018).

Awalnya, kata Mu'inah, Eko yang mengaku sebagai karyawan Bank Mandiri Syariah itu bercerita bahwa dia mendapatkan jatah slot 1 dari Mahkamah Agung sebagai calon PNS di pengadilan agama.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Lah anak saya kan sudah lulus dari SMAN 1 Banyuwangi ya saya daftarkan dan katanya saya harus ada uang Rp 85 juta untuk bisa diterima di PA," katanya bercerita.

Demi masa depan anaknya, Mu'inah mencoba mengumpulkan sejumlah uang yang diminta. Tetapi, kata Mu'inah, dirinya hanya bisa mengumpulkan uang senilai Rp 20 juta saja.

"Setelah itu saya janjian dan ketemu sama pak Eko dan Bu Alif (istri Eko) di  rumah mereka untuk menyerahkan uang itu. Saya pasrah, saya bisanya ngasih uang segitu kalau nggak ya sudah kata saya, waktu itu. Malahan saya dipinjami Rp 30 juta oleh pak Eko sebagai tambahan syarat masuk PNS dan sisa kekurangannya nanti setelah SK PNS anak saya turun, bisa mencicil katanya pak Eko di iya kan istrinya," terangnya.

Baca Juga: Akal Bulus Komplotan Penipu di Gresik Bikin Sales Susu UHT Asal Kediri Rugi Puluhan Juta

"Saya gak habis pikir, dia itu langganan di warung saya, dan sekarang habis sudah mas semuanya," keluh ibu 1 cucu itu.

Reporter: Hafiluddin Ahmad
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.