Selasa, 09 Jun 2026 20:36 WIB

Kontraktor di Jember Sambat ke DPRD Harga Material Naik

  • Penulis : Yanuar D
  • | Rabu, 29 Apr 2026 20:15 WIB
Komisi C DPRD Jember saat RDP dengan Gapensi Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Komisi C DPRD Jember saat RDP dengan Gapensi Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kenaikan harga bahan bangunan mendorong perwakilan kontraktor dari Gapensi mengadu ke Komisi C DPRD Jember, Rabu (29/4/2026). Mereka menilai lonjakan harga dipicu kondisi politik global yang tidak menentu, sehingga harga material menjadi fluktuatif.

Wakil Ketua I BPC Gapensi Jember, Erwindo Wicaksono, mengungkapkan bahwa Harga Perkiraan Sendiri (HPS) awal tahun untuk aspal berada di angka Rp1,5 juta, namun di lapangan sudah meningkat hingga Rp1,9 juta.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

“Kita masa sebelum kerja kita rugi. Dikaji ulang 15 April kemarin ada kenaikan, hingga ada AMP memberikan harga Rp1,9 juta. Kita juga bingung, nanti dinas atau OPD ini mau mengeluarkan berapa,” ungkapnya.

“Karena yang diharapkan teman-teman bisa mendapatkan keuntungan yang normal atau layak, dan tidak mempengaruhi kualitas,” lanjutnya.

Menurutnya, kenaikan harga berpotensi membuat kontraktor menurunkan kualitas pekerjaan. Karena itu, pihaknya berharap ada kepastian harga agar proyek tidak tertunda.

“Di Jember sudah ada AMP dengan harga Rp1,9 juta. Kalau menunggu kepastian atau pekerjaan mundur, tentu di tahun ini akan mengalami kesulitan,” akunya.

“Jadi kami berharap pekerjaan bisa segera di launching, agar teman-teman konstruksi bisa segera bekerja dan perputaran ekonomi bisa berjalan,” harapnya.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Dorong Instansi dan Perusahaan Lebih Peduli Disabilitas

Sementara itu Anggota Komisi C DPRD Jember, Agung Budiman, mengatakan para pelaku usaha konstruksi mengeluhkan ketidakpastian harga yang berpotensi merugikan setelah kontrak berjalan.

“Mereka galau bila harga bahan bangunan ini tidak menentu, mereka kuatir bila sudah kontrak harganya berubah-berubah. Kami meminta agar harga satuan segera ditetapkan dan segera dilaksanakan, mengingat azas manfaat masyarakat segera berjalan,” katanya usai RDP dengan Gapensi Jember.

Menurut Agung harga material mungkin berbeda di setiap daerah karena dipengaruhi faktor jarak dan ketersediaan produk lokal.

Baca Juga: Datangi DPRD, PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Wadul Gaji Tak Layak

“Produknya lokal, karena juga terpengaruh dengan jarak, yang harganya juga tidak sama,” ujarnya.

Tapi Agung juga mengingatkan agar kondisi seperti tahun 2025 tidak terulang, di mana kontraktor harus mengejar target pekerjaan hingga berdampak pada penurunan kualitas.

“Jadi rekanan bisa mengukur sendiri kualitasnya, karena lebih tahu setelah kontrak. Jangan sampai mutu tidak sesuai,” jelasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.