Selasa, 09 Jun 2026 19:05 WIB

Dihantam Kereta Api, Mas'ud Terlempar dan Sepedanya Terseret 700 Meter

Polisi menunjukkan serpihan sepeda motor Mas'ud yang dihantam kereta api.
Polisi menunjukkan serpihan sepeda motor Mas'ud yang dihantam kereta api.

jatimnow.com - Seorang pria di Banyuwangi tewas setelah dihantam Kereta Api Probowangi dari arah Probolinggo-Banyuwangi, Rabu (17/10/2018).

Akibat kecelakaan itu, korban terlempar sejauh 20 meter dan sepeda motornya terseret hingga sejauh 700 meter dari lokasi tabrakan. Pria yang akhirnya diketahui bernama Mas'ud (70) itu, langsung dilarikan ke RSUD Blambangan.

Baca Juga: Libur Panjang, Penumpang Commuter Line Wilayah 8 Surabaya Tembus 253 Ribu Orang

Saksi mata di lokasi, Hamawi (50) mengatakan, waktu kejadian dirinya tengah tidur di samping rumahnya atau yang berjarak sekitar 20 meter dari pintu perlintasan KA tak berpalang pintu.

Ketika bangun, ia melihat ada kopyah (topi) tergeletak di dekat rel. Saat mendekati kopyah tersebut, ternyata ada pula kereta api yang berhenti berjarak sekitar 700 meter dari pintu perlintasan Bulusan, sebelum Stasiun Banyuwangi Baru.

"Mayatnya di timur rel, tak jauh dari topi itu," katanya kepada wartawan, Rabu (17/10/2018).

Mengetahui ada mayat tergeletak, Hamawi mengaku takut untuk mendekatinya. Meskipun akhirnya dia juga mendekati mayat tersebut.

"Lukanya di kepala," ujarnya seraya menunjuk kepala bagian belakang.

Baca Juga: Pemotor Asal Trenggalek Tewas Usai Tabrak Bus di Tulungagung

Dari pantauan di lapangan, sejumlah aparat kepolisian tengah melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara.

Diketahui pula, Mas'ud yang menjadi korban tabrakan itu terlempar dari titik perlintasan sekitar 20 meter. Sementara sepeda motor Supra Fit yang dikendarai korban, hancur setelah terseret hingga 700 meter dari pintu perlintasan tak berpalang pintu.

Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian di Banyuwangi belum bisa dikonfirmasi atas insiden yang merenggut nyawa Mas'ud.

Ditemui terpisah di kamar mayat RSUD Blambangan, menantu korban, Asmadi (48) mengatakan bahwa di pintu perlintasan kereta api Bulusan itu memang sering terjadi kecelakaan.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Sebab, perlintasan itu menjadi akses warga Kelurahan Bulusan, baik anak-anak hingga orang dewasa pergi berbelanja, sekolah maupun ke masjid.

"Ada 4 sekolah di sini yang melewati rel (pintu perlintasan kereta api, red) mulai TK, Madrasah, SD, dan MTs," pungkasnya.

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.