Rabu, 10 Jun 2026 00:17 WIB

FTBI, Ikhtiar BBJT Lestarikan Bahasa Daerah di Jawa Timur

  • Penulis :
  • | Jumat, 08 Nov 2024 08:14 WIB
Kepala Balai Bahasa Jawa Timur Umi Kulsum. (Foto: Aditya for jatimnow.com)
Kepala Balai Bahasa Jawa Timur Umi Kulsum. (Foto: Aditya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur (BBJT) kembali menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tahun 2024. Pelaksanaan festival ini merupakan bentuk ikhtiar melestarikan bahasa daerah yang ada di Jawa Timur.

Kepala BBJT Umi Kulsum, menyatakan festival ini diadakan sebagai upaya untuk memperhatikan, menjaga, dan mengembangkan bahasa-bahasa daerah di Jawa Timur, termasuk Madura, Jawa, dan Using.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

"Kami sangat bangga karena Balai Bahasa Jatim secara konsisten mengawal dan menumbuhkembangkan bahasa-bahasa daerah di Jawa Timur," ujar Umi Kulsum dalam sambutannya saat pembukaan FTBI di Hotel Santika, Surabaya, Kamis (7/10/2024).

Festival ini diselenggarakan untuk kedua kalinya setelah pertama kali diadakan pada 2023. Tujuannya memperkuat revitalisasi bahasa daerah dan mendorong generasi muda untuk mencintai bahasa ibu mereka.

Dalam FTBI 2024, cakupan partisipasi diperluas hingga melibatkan Kabupaten Situbondo dan Bondowoso. Tahun sebelumnya, peserta hanya berasal dari wilayah di Pulau Madura seperti Sampang, Sumenep, Bangkalan, dan Pamekasan.

Pada 2024, festival ini diikuti oleh tujuh kategori lomba, termasuk menulis cerita pendek, membaca puisi, stand-up comedy dalam bahasa daerah, menulis aksara daerah, mendongeng, pidato, dan nembang dalam bahasa daerah.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

Peserta lomba, yang mayoritas adalah pelajar tingkat SD dan SMP, memberikan penampilan terbaiknya untuk memperlihatkan kecintaan terhadap bahasa daerah mereka.

Indonesia yang kaya akan bahasa daerah dengan lebih dari 718 bahasa dan 778 dialek memerlukan upaya pelestarian yang terus-menerus.

Penelitian menunjukkan bahwa beberapa bahasa daerah berada dalam kondisi kritis, punah, atau rentan punah. Bahasa Madura termasuk dalam kategori aman, namun tetap memerlukan perhatian ekstra agar tidak mengalami kemunduran lebih lanjut.

Baca Juga: Icha Yang, Penyanyi Asal Jember yang Gebrak Panggung Hunan TV China

Umi Kulsum menekankan pentingnya kesadaran akan bahasa daerah sejak usia dini.

"Bahasa daerah bukan hanya identitas kita, tetapi juga memperkaya kosakata bahasa Indonesia dan membentuk karakter bangsa. Melalui FTBI, kami berharap generasi muda lebih menghargai bahasa ibu dan menjadikannya sebagai kebanggaan mereka," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.