Rabu, 10 Jun 2026 00:27 WIB

Program Asuransi Nelayan di Tulungagung Sepi Peminat

Nelayan di Pantai Popoh, Tulungagung
Nelayan di Pantai Popoh, Tulungagung

jatimnow.com - Program asuransi nelayan yang sudah bergulir dalam dua tahun terakhir ini, kurang diminati oleh masyarakat di pesisir selatan Tulungagung.

Program yang diluncurkan pemerintah untuk meminimalkan kerugian yang dialami, akibat kecelakaan saat bekerja di laut maupun di darat, kurang mendapat respon.

Baca Juga: MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Pemkab Tulungagung, sampai saat ini jumlah nelayan yang terdaftar dalam asuransi hanya sekitar 800 orang saja. Padahal jumlah total nelayan di Tulungagung mencapai 4.000 an nelayan laut dan darat yang ada di Tulungagung.

“Tahun ini baru 250 an nelayan yang terdaftar dalam asuransi nelayan, ini kita terus proses untuk menambah jumlahnya,” ujar Kepala Dinas Perikanan Tulungagung, Tatang Suhartono, Selasa (18/09/2018).

Tatang mengatakan, teknis keikutsertaan nelayan dalam asuransi nelayan memang tidak seperti asuransi lainnya.

Pada tahun pertama mereka akan disubsidi oleh negara, sedangkan untuk keikutsertaan tahun berikutnya mereka harus mandiri dengan membayar premi sebesar 175 ribu rupiah pertahunnya.

Baca Juga: Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

"Untuk tahun pertama pembayaran ditanggung pemerintah, tapi selanjutnya mereka harus membayar sendiri," tuturnya.

Sejumlah faktor mempengaruhi minimnya peserta asuransi nelayan ini. Rata-rata para nelayan enggan untuk ikut serta karena kasus kecelakaan di laut sangatlah minim.

Bahkan untuk tahun 2017 kasus kecelakaan laut dengan korban nelayan nihil. "Angka kasus kecelakaan laut memang sedikit dibanding daerah lain," imbuhnya.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Meskipun begitu, pihak dinas setempat masih gencar melakukan sosialisasi asuransi ini. Selain mencover kasus kecelakaan laut, asuransi ini juga mencover kecelakaan darat.

"Jadi kalau kecelakaan darat mereka bisa di cover meskipun sudah mendapatkan dari asuransi lain," pungkas Tatang.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

BMKG sarankan warga untuk selalu membawa pelindung panas dan menjaga stamina tubuh karena suhu di Surabaya cenderung tinggi.