Selasa, 09 Jun 2026 14:15 WIB

K3PG Membuka Green Tech, Dorong Kemajuan Pertanian

Ketua Pengurus K3PG, Awang Djohan Bachtiar saat berada Green Tech di kawasan Perumahan Citra Sari Regency, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik. (Foto: Humas K3PG for jatimnow.com)
Ketua Pengurus K3PG, Awang Djohan Bachtiar saat berada Green Tech di kawasan Perumahan Citra Sari Regency, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik. (Foto: Humas K3PG for jatimnow.com)

jatimnow.com - Koperasi Konsumen Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG) membuka green house dengan nama "Green Tech" di kawasan Perumahan Citra Sari Regency, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik, Kamis (21/3/2024).

Ketua Pengurus K3PG, Awang Djohan Bachtiar menyampaikan, Green Tech ini merupakan bentuk kontribusi dari K3PG untuk menjaga ketahanan pangan nasional dan mendorong kemajuan pertanian di Indonesia.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Fasilitas ini nantinya akan menjadi tempat research dan demonstration plot (demplot) bagi agro input tanaman buah dan sayur.

"Green Tech ini juga kami bangun di atas lahan tidur. Sehingga lahan yang sebelumnya terbengkalai begitu saja di kawasan Citra Sari Regency, sekarang dapat memberikan kebermanfaatan bagi kemajuan pertanian di Indonesia melalui riset dan budidaya," ujar Awang.

Green Tech ini nantinya dikelola oleh PT Petro Karya Mandiri (PKM) yang merupakan anak perusahan K3PG dan memiliki unit bisnis sebagai distributor pupuk nonsubsidi. Produk-produk yang dipasarkan akan diuji coba di fasilitas ini.

"Dengan demikian, Green Tech sekaligus bentuk komitmen kami dalam memberikan perlindungan bagi semua konsumen. Produk-produk pupuk nonsubsidi yang kami pasarkan benar-benar berkualitas," tandasnya.

Baca Juga: JIIPE Peduli Bagikan Puluhan Hewan Kurban ke Masyarakat Gresik

Uniknya, tambah Awang, Green Tech juga akan menjadi sarana edukasi masyarakat Gresik, khususnya bagi warga perumahaan Citra Sari Regency.

Setelah belajar di Green Tech, selanjutnya warga dapat mengoptimalkan lahan kosong di area rumahnya untuk budidaya sayur, seperti cabai sehingga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Jika belajar dari kondisi sebelumnya, harga cabai seringkali memicu inflasi, kenaikannya berkali-kali lipat dari harga normal. Ibu-ibu di rumah sudah pasti mengeluhkan kondisi ini. Padahal jika dipelajari, tanaman sayuran termasuk cabai bisa dibudidayakan sendiri. Tidak terkecuali bagi masyarakat perkotaan seperti di Gresik ataupun di Citra Sari Regency," jelas Awang.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Koperasi Jalin Kerjasama Jaminan Sosial

Sementara itu, Green Tech memiliki luas bangunan 440 meter persegi dengan ukuran panjang 40 meter dan lebar 11 meter. Fasilitas ini mampu menampung hampir 7.000 tanaman sayuran.

Adapun tanaman yang saat ini ada antara lain melon sebanyak 1.350 tanaman, cabai 150 tanaman, cabai kecil 5.144 tabaman, dan terong 55 tanaman

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.