Selasa, 09 Jun 2026 21:32 WIB

Makna Kue Apem dan Tradisi Megengan Jelang Ramadan

  • Penulis : Haryo Agus
  • | Selasa, 05 Mar 2024 07:13 WIB
Suasana megengan menyambut Ramadan di Probolinggo. (Foto: Haryo Agus jatimnow.com)
Suasana megengan menyambut Ramadan di Probolinggo. (Foto: Haryo Agus jatimnow.com)

jatimnow.com - Menyambut bulan suci Ramadan, umat muslim di Jawa akan menggelar tradisi Megengan. Dalam tradisi tersebut, identik dengan kue apem sebagai menu utamanya.

Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga, Puji Karyanto SS MHum mengatakan, bahwa orang Jawa itu menghargai sakralitas waktu.

Baca Juga: Kekerasan di Daycare, Psikolog Ingatkan Bahaya Trauma Anak dan Mom-Shaming

"Megengan itu bentuk orang Jawa atau muslim Jawa menghargai datangnya Ramadan. Jadi kalau orang Jawa menyebut menghargai wulan poso (bulan puasa)," kata Puji pada jatimnow.com, Senin (4/3/2024).

Puji menjelaskan, Megengan itu berasal dari kata megeng yang berarti menahan diri atau mengendalikan diri. Seperti halnya puasa yang akan menahan diri dari lapar dan hawa nafsu.

Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga, Puji Karyanto, S.S, M.Hum (Foto: Puji Karyanto for jatimnow.com)Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga, Puji Karyanto, S.S, M.Hum (Foto: Puji Karyanto for jatimnow.com)

Baca Juga: Siswa SMAK Penabur Raih Golden Ticket FK UNAIR 2026, Bukti Konsistensi dan Kerja Keras

"Maka dihormatilah dengan makan besar dulu atau bancakan (syukuran)," jelasnya.

Tradisi megengan biasanya identik dengan kue apem. Puji menyebut, kue apem adalah simbol permintaan maaf kepada seseorang yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

Baca Juga: Esensi Silaturrahmi, Melampaui Ego demi Keberkahan Hidup

Puji melanjutkan, Kata apem berasal dari bahasa arab 'afwan' yang berarti maaf. Jadi sebelum menahan diri atau puasa, orang-orang akan meminta maaf untuk membersihkan dirinya dalam menghadapi bulan Ramadan, yang disimbolkan dalam kue apem.

"Orang Jawa kan menyukai simbol-simbol. Katanya kan, man is animal symbolicum. Jadi orang Jawa itu menyukai pesan-pesan dengan bahasa simbol," tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.