Rabu, 10 Jun 2026 07:38 WIB

Tips Pengusaha Mikro saat Ramadan, Ekonom: Jangan Modal Utang

Ekonom Unair, Shochrul Rohmatul Ajija. (foto: dok pribadi for jatimnow.com)
Ekonom Unair, Shochrul Rohmatul Ajija. (foto: dok pribadi for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebagai bulan penuh berkah, Ramadan tidak hanya bicara tentang puasa, mengaji, dan ibadah lainnya. Negara dengan penduduk mayoritas muslim, Ramadan di Indonesia dirayakan dan ditandai dengan kegiatan khas, dan hanya terjadi di bulan tersebut.

Salah satunya dengan menjamurnya pedagang ultra mikro yang menjajakan dagangannya sesaat sebelum berbuka. Tandanya, Ramadan memberikan manfaat kepada banyak aspek, salah satunya aspek ekonomi pedagang.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Nah, bagi para pedagang ultra mikro, jika ingin usaha yang dijalankan saat puasa tidak sia-sia dan tetap mendapatkan untung. So, perhatikan tips berikut ini.

Ekonom Universitas Airlangga (Unair), Shochrul Rohmatul Ajija SE MEc, berpesan jangan sampai glorifikasi prospek usaha di bulan Ramadan membuat pedagang ultra mikro baru mencari modal dengan berutang.

“Skema pembiayaan (utang) untuk usaha yang sporadis seperti ini bahaya. Karena tidak sedikit yang abis lebaran menanggung utang. Dengan alasan ketipulah, salah perhitunganlah, dan tidak laku barang dagangannya,” ujar Shochrul, Selasa (22/3/2023).

Ia menambahkan agar pedagang mampu bertindak rasional dan paham akan pasar, harapannya dapat menyetok barang dengan efisien.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

“Daya beli masyarakat di bulan Ramadan itu cenderung naik dan terdistribusi. Jadi orang yang cenderung kaya akan bersedekah, sehingga orang-orang dalam kelompok masakin (miskin) mendapat tambahan income dan daya beli naik,” jelasnya.

Tidak hanya itu, aspek psikologis dan keyakinan dalam beragama, sambungnya, juga berpengaruh. Banyak masyarakat yang merasa bahwa Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk bersedekah dan mengeluarkan uang yang dimilikinya. Akibatnya demand atau permintaan cenderung naik.

Dia juga menegaskan bahwa permintaan masyarakat yang ditangkap pasar, sehingga direspon dengan bermunculan usaha-usaha ultra mikro baru.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Hal itu membuat para pengusaha menaikan supply atau penawaran barang yang dimiliki, untuk memenuhi permintaan masyarakat. Kenaikan tersebut akhirnya membuat titik keseimbangan juga berubah.

“Banyak orang yang sudah merencanakan income, untuk menghadapi bulan Ramadan. Ada sebagian yang memilih untuk membuat tabungan idulfitri. Nah, di kampung ada arisan Lebaran. Padahal itu uang sengaja dikumpulkan untuk Ramadan dan idulfitri,” tambah dosen Departemen Ekonomi Pembangunan tersebut.

Dia mengatakan bahwa fenomena tersebut menandakan bahwa Ramadan juga menjadi momen dalam peningkatan perekonomian masyarakat.

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.