Selasa, 09 Jun 2026 18:10 WIB

Wisata Lorong Batu Cangga Sumenep, Estetis dan Pemacu Adrenalin

Objek wisata alam Batu Cangga. (Foto: tangkapan layar)
Objek wisata alam Batu Cangga. (Foto: tangkapan layar)

jatimnow.com - Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, bersama jajarannya mempromosikan pariwisata dari objek wisata alam Batu Cangga. Dalam video yang beredar di TikTok, politisi PDI Perjuangan itu mengajak masyarakat menikmati keindahan alam di ujung timur pulau Madura.

"Mari datang ke Sumenep," kata Fauzi saat mengunjungi Batu Canggah, dalam keterangan resminya, Selasa (21/3/2023).

Baca Juga: Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Ya, Batu Cangga memang salah satu spot wisata di Sumenep yang menyajikan pemandangan indah nan estetik, sekaligus menantang adrenalin. Objek wisata yang menyajikan pemandangan indah itu terletak di pulau Gili Iyang, kabupaten Sumenep.

Jika ingin ke sana, wisatawan perlu mempersiapkan sepatu yang bersol karet. Untuk melapisi alas kaki, agar tidak cedera saat berjalan menuju tempat wisata itu. Selain itu, dengan menggunaan sepatu karet, kita bisa nyaman saat melangkah, juga lebih mudah untuk menaklukkan medan terjal ini.

Pulu Gili Iyang memiliki kandungan oksigen tertinggi kedua sedunia setelah Jordania. Sehingga sangat cocok sebagai tujuan wisata kesehatan.

Adrenalin kita mulai teruji ketika memasuki area kawasan yang terjal dan bertangga bambu curam, hingga suara derit ketika dilewati. Sangat menantang, tetapi rasa lelah akan terbayar jika kita sudah mencapai tempat itu.

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

Ketika berdiri di Batu Canggah, wisatawan akan merasakan sensasi deburan ombak yang memecah keheningan. Sensasi itu makin menyenangkan ketika kita bisa memandang lautan lepas.

Deburan ombak itu terasa begitu keras, karena dibawahnya ada tebing sedalam 100 meter yang berbatasan dengan pantai. Wisatawan juga akan merasakan terpaan angin kencang dan ombak laut yang menggulung.

Batu Canggah sendiri bertentuk lonjong memanjang sekitar 200 meter, dengan tinggi langit-langit lima meter. Rongganya melengkung seperti ombak yang menggulung.

Baca Juga: Nenek 76 Tahun di Sumenep Ditemukan Tewas di Dasar Sumur 25 Meter

Pada salah satu sisi lorong langsung menghadap ke laut lepas yang diberi pembatas berupa pagar bambu. Lorong ini seperti disangga oleh sebuah batu setinggi sekitar lima meter berdiameter sekitar dua meter mirip seperti pilar besar pada bangunan gedung.

Diketahui, batu Cangga terbentuk karena adanya letusan gunung purba. Batuan itu merupakan sisa peninggalan letusan gunung api purba yang membentuk batuan andesit, breksi dan tufa.

Lorong tersebut terbentuk akibat adanya abrasi air laut sejak ribuan tahun lampau sehingga menyebabkan munculnya runtuhan tebing.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.