Selasa, 09 Jun 2026 22:24 WIB

Dapur Warga Tulungagung Roboh Akibat Tanah Gerak

Dapur milik warga yang ambruk karena tanah gerak. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Dapur milik warga yang ambruk karena tanah gerak. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow - Bangunan dapur milik Wakiran (60), warga Desa Talun Kulon, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung ambruk. Diduga akibat intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terkahir ini, menyebabkan struktur tanah labil.

Kondisi ini membuat bangunan di atasnya mengalami keretakan. Dari hasil pendataan terakhir, total terdapat tujuh rumah di Desa Talun Kulon yang retak karena tanah gerak. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan kondisnya semakin parah.

Baca Juga: MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Kepala Desa Talun Kulon, Surayi mengatakan bangunan dapur tersebut roboh pada Senin (18/10/2022), sekitar pukul 23.00 WIB. Sebetulnya, sepekan sebelumnya sudah muncul retakan di bangunan ini. Retakan juga mejalar hingga ke bangunan utama. Bahkan pondasi yang menghubungkan antara bangunan dapur dan utama juga patah.

"Sudah ada tanda retak di bangunannya dan semalam ambruk, yang roboh ini pada bagian dapur," kata Surayi, Rabu (19/10/2022).

Baca Juga: Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Terdapat tujuh rumah warga setempat yang mengalami retak pada bangunannya. Pihak desa saat ini telah melaporkan ke instansi terkait. Namun sejauh ini mereka masih menunggu rekomendasi dan penelitian terkait kondisi tanah.

"Jika tanah masih dinyatakan layak untuk dibangun, maka kita akan menggerakkan warga untuk melakukan renovasi. Tapi jika tidak layak, ini yang membuat kita bingung," tuturnya.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Sementara itu, Camat Bandung, Chanif Jatmika menerangkan pihaknya telah melakukan pemetaan terkait bencana di Desa Talun Kulon. Pihak kecamatan juga telah melakukan komunikasi dengan instansi terkait membahas bencana tanah gerak. Menurutnya yang jadi permasalahan saat ini adalah hasil kajian terkait kondisi struktur tanah.

"Kita masih menunggu hasil kajianya, kalau bantuan material dari pihak BPBD sudah siap (membantu)," pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

BMKG sarankan warga untuk selalu membawa pelindung panas dan menjaga stamina tubuh karena suhu di Surabaya cenderung tinggi.