Rabu, 10 Jun 2026 02:36 WIB

Antisipasi Penularan PKM, Ponorogo Skrining Sapi dari Luar Jatim

Petugas Dinas Pertanian, Ketahan Pangan dan Perikanan Ponorogi memeriksa sejumlah sapi di pasar hewan antisipasi wabah PMK (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Petugas Dinas Pertanian, Ketahan Pangan dan Perikanan Ponorogi memeriksa sejumlah sapi di pasar hewan antisipasi wabah PMK (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Petugas dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo terjun ke pasar hewan melakukan pemeriksaan sapi, Rabu (11/5/2022). Ini terkait mewabahnya virus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jawa Timur.

"Kami antisipasi dan sosialisasi ke masyarakat agar tidak panik dengan adanya PMK. Belum ada laporan untuk PMK," ujar Kabid Peternakan Dipertahankan Ponorogo, Siti Barokah, setelah pemeriksaan.

Baca Juga: Sapi Gemoy Hewan Kurban Presiden Prabowo di Tulungagung Bernama Fajar

Dia menjelaskan untuk skrining sapi dari kota lain di Jawa Timur, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, jika dalam satu provinsi bebas untuk melintas. Hal itu sesuai dengan peraturan menteri.

"Karena dalam satu provinsi tidak mengeluarkan SKKH (surat keterangan kesehatan hewan). Itu bebas dalam 1 provinsi," kata Siti kepada wartawan.

Antisipasi, kata dia, hanya pada perbatasan beda provinsi. Jika di Kabupaten Ponorogo, di perbatasan daerah Desa Biting, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo yang berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

"Kalau dari daerah wabah kita tolak. Tapi ya itu, kalau dari Jatim bebas. Jatim itu wabahnya ada. Tetapi secara khusus di Ponorogo tidak ada," tegasnya.

Baca Juga: Harga Hewan Kurban di Tulungagung Mulai Mengalani Kenaikan, Ini Kisarannya

Dia menjelaskan untuk PMK pada hewan itu menular melalui leleran dari mulut, jika terkena sesama hewan. Untuk efek manusia, tidak ada. Karena bukan merupakan penyakit zoonis. Hanya khusus penyakit hewan yang penularannya sangat cepat.

"Pada sapi, kambing, kerbau dan hewan berkuku genap lainnya. Babi bisa juga. Penularannya 100 persen. Kalau di kandang gitu, satu kena ya bakal kena semua," terangnya.

Dia pun berharap masyarakat tidak menyembelih secara sembarangan, karena bisa menyebabkan menularnya kuman.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Daging bisa dimakan. Tapi lebih baik hati-hati," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.