Selasa, 09 Jun 2026 16:02 WIB

Moeldoko Ziarah ke Makam Bung Tomo

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Selasa, 22 Mar 2022 13:48 WIB
Kepala Staf Kepresidenan RI Dr. Moeldoko ziarah ke makam Bung Tomo, di TPU Ngagel Surabaya, Selasa (22/3). (Foto: Kantor Staf Presiden RI)
Kepala Staf Kepresidenan RI Dr. Moeldoko ziarah ke makam Bung Tomo, di TPU Ngagel Surabaya, Selasa (22/3). (Foto: Kantor Staf Presiden RI)

Surabaya - Kepala Staf Kepresidenan RI Dr. Moeldoko ziarah ke makam Pahlawan Nasional Bung Tomo di TPU Ngagel, Selasa (22/3/2022). Hal itu dilakukan sebelum memulai agenda kerja di Surabaya.

"Sebentar lagi kan Ramadan. Tradisi sebelum Ramadan berziarah ke makam. Bung Tomo ini kan bapak bangsa, jadi sudah kewajiban saya sebagai mantan prajurit untuk berziarah di sini (makam Bung Tomo)," jelas Moeldoko dalam siaran persnya.

Baca Juga: Mendikdasmen Pantau TKA Hari Kedua di Surabaya

Sebagai informasi, Bung Tomo merupakan pahlawan dalam pertempuran 10 November 1945. Meski dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional, Bung Tomo memilih dimakamkan di tempat pemakaman umum karena ingin dekat dengan rakyat.

Dari pantauan tim media KSP, posisi makam Bung Tomo berada di dekat pintu masuk dan dikelilingi ribuan makam lain. Di depan pintu masuknya, terpasang bendera merah putih. Lalu terpasang papan bertuliskan "Makam Pahlawan Nasional Bung Tomo (1920-1981), serta kutipan naskah pidato Bung Tomo.

Moeldoko memandang, Bung Tomo adalah sosok orator yang terkenal dengan semboyan "merdeka atau mati dan sekali merdeka tetap merdeka". Semboyan tersebut mengandung makna bahwa merdeka harus dimaknai sebagai sebuah kedaulatan, kebebasan demokrasi, dan kemanusiaan.

Baca Juga: Cuaca Jatim Hari Ini, Hujan Petir Mengancam 12 Daerah

"Jangan membelokkan makna merdeka. Jangan merdeka untuk diri sendiri tapi mati bagi orang lain," tegasnya.

Moeldoko juga mengaku prihatin bahwa saat ini makna merdeka banyak disalahartikan dengan kebebasan untuk diri sendiri, dan meniadakan nilai-nilai kemanusiaan. Akibatnya, merdeka justru dimaknai untuk merenggut kebebasan orang lain.

Baca Juga: Milad Muhammadiyah di PWM Jatim Jadi Panggung Penghormatan Marsinah

"Ini harus diwaspadai kita semua. Sebab kata merdeka dan kebebasan sering dijadikan pembenaran untuk menabrak nilai-nilai kemanusiaan," ucapnya.

Dalam Kunjungan kerja di Jawa Timur, Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko juga akan menghadiri Dies Natalis Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Sekaligus meresmikan prasasti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Rumah Ibadah ITN.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.