Selasa, 09 Jun 2026 21:07 WIB

Khofifah Ajak APTRI Manfaatkan Transformasi Digital dan Perkuat Sinergitas

  • Penulis : Moch Rois
  • | Sabtu, 19 Mar 2022 17:53 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri pengukuhan Dewan Pembina dan Pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) masa bakti 2022-2027. (Foto: Humas Pemprov Jatim)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri pengukuhan Dewan Pembina dan Pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) masa bakti 2022-2027. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri pengukuhan Dewan Pembina dan Pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) masa bakti 2022-2027. Acara berlangsung di Hotel Best Western Papilio, Surabaya, Sabtu (19/3/2022).

Kepada para pengurus, Khofifah berpesan untuk memanfaatkan transformasi digital dalam proses produksi tanam, panen sampai penggilingan tebu. Dengan adanya sistem digital, para petani dapat meningkatkan kualitas bibit tebu untuk ditanam, musim panen, hingga ke pabrik gula saat antrean penggilingan agar lebih produktif dan efisien.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

“Jadi digitilasi sistem ini memuat data apa saja yang bisa memberikan informasi terkait produksi tebu. Kalau ini terkoneksi antara satu petani tebu dengan yang lain, maka akan memudahkan pemetaan dan pengaturan. Mulai cari bibit yang baik, kapan saat panen agar antrean saat penggilingan tidak terlalu lama, serta kadar rendemen gula yang transparan,” katanya.

Selain memanfaatkan teknologi digital, Khofifah juga meminta APTRI melakukan koordinasi dan sinergi dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) serta dengan pabrik gula. Hal ini untuk menjalin kemitraan saling menguntungkan dan menguatkan. Utamanya dalam penyediaan bahan baku tebu untuk pabrik gula.  

“Jadi pabrik gula juga sebagai industri pengolah hasil perkebunan. Komunikasi dan koordinasi baik dengan pabrik gula maupun PTPN harus terjalin dengan baik. Sehingga segala masalah yang ada bisa dicarikan solusi dan komunikasi terbaik,” ujarnya.

Tidak kalah pentingnya, para petani tebu harus melakukan koordinasi dengan beberapa instansi yang memiliki pusat penelitian. Tujuannya untuk menghasilkan bibit tebu yang berkualitas, terutama kadar rendemen. Rendemen tebu adalah kadar kandungan gula di dalam batang tebu yang dinyatakan dengan persen.

“Jadi bila bibitnya baik, berkualitas baik, bongkar ratunnya terukur, maka tingkat rendemennya juga akan baik. Jadi ini harus dikoordinasikan dengan instansi terkait terutama soal bibit tebu,” terangnya.

Baca Juga: Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Sekitar 95 persen petani tebu di Jatim adalah petani rakyat. Artinya mereka bisa menjadi pengusaha di bidang bahan baku pergulaan. Untuk itu koordinasi dan sinkronisasi baik dari para petani tebu rakyat, APTRI, pabrik gula maupun PTPN harus terkonsolidasi dengan baik.

“Sinergi ini tentunya untuk memberikan proteksi terhadap petani tebu. Misalnya jika petani tebu sedang panen, ya jangan digiling bersamaan dengan raw sugar yang diimpor. Ini harus dimanage dengan baik untuk memproteksi para petani tebu yang sebagian besar adalah petani rakyat,” ujar Khofifah.

Sebagai informasi, produksi tebu di Jatim mencapai 14.767.763 ton dan menghasilkan gula sebesar 1.087.415 ton pada 2021. Jumlah produksi gula mencapai 46,25 persen dari keseluruhan produksi gula nasional. Hingga saat ini, Jatim menjadi provinsi penghasil gula tertinggi di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina APTRI H. Arum Sabil mengatakan bahwa pelaksanaan munas dan pengukuhan pengurus APTRI dilakukan di Jatim karena merupakan basis pabrik gula dan basis petani tebu. Luas perkebunan tebu di Jatim kurang lebih hampir mencapai 50 persen luas perkebunan tebu nasional.

Baca Juga: Jadwal WFH ASN Pemprov Diubah Jumat, Apa Kabar Pelayanan Publik?

“Jatim barometer dan kunci kebangkitan gula nasional. Ke depan, kami juga berharap agar swasembada gula di Indonesia benar-benar bisa terwujud,” harapnya.

Pada kesempatan ini, turut dilakukan Pengukuhan Dewan Pembina dan Pengurus APTRI masa bhakti 2022-2027. Adapun susunannya, Ketua Dewan Pembina H. Arum Sabil, Ketua Dewan Kehormatan H. Abdul Wachid, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat H. Fatchuddin Rosyidi, Sekretaris Umum H. Sunardi Edi Sukamto, serta Bendahara Umum I Made Windu.

Turut hadir Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI Ardi Praptono, Direktur PTPN X Tuhubangun, Direktur PTPN XI Tulus Pandu Wijaya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Hadi Sulistyo, serta Kepala Dinas Perkebunan Jatim Heru Suseno.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.