Selasa, 09 Jun 2026 20:02 WIB

Anwar Sadad Yakin Santri Paling Siap Hadapi Era Society 5.0

Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad saat menjadi salah satu narasumber dalam seminar nasional di Bangkalan, Madura (Foto: Dok. Gerindra Jatim for jatimnow.com)
Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad saat menjadi salah satu narasumber dalam seminar nasional di Bangkalan, Madura (Foto: Dok. Gerindra Jatim for jatimnow.com)

Bangkalan - Ikatan Mahasiswa Bata-bata (Imaba), salah satu ikatan alumni santri pondok pesantren (ponpes) di Pamekasan, menggelar seminar nasional pada miladnya ke-17 di Bangkalan, Madura, Selasa (25/1/2022).

Seminar nasional iti dihadiri Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad. Di depan para mahasantri itu, Sadad menjelaskan bahwa society 5.0 pada dasarnya bertumpu pada kemampuan personal untuk mengoptimalkan sumberdaya teknologi, khususnya teknologi digital, sebagai solusi.

Baca Juga: Lomba Pioneering Latih Kekompakan dan Mental Santri Nurul Jadid

Santri yang telah terbiasa mandiri di pesantren telah terlatih mencari jawaban atas permasalahan di tengah masyarakat.

"Saya yakin, santri paling siap menghadapi era society 5.0," ungkap Sadad.

Menurut Sadad, kultur pesantren memiliki sistem yang mendidik santri hidup mandiri. Namun tidak boleh hanya cukup di sana. Santri juga diminta melek teknologi, mengingat beragam sektor dunia informasi hingga bisnis telah terdigitalisasi dengan masif saat ini.

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

"Pesantren sebagai subkultural memiliki 'succes story', misalnya Bata-bata ini, dapat menjadi 'best practice' pengembangan santri dan pesantren menghadapi era disrupsi ini," sambung Ketua DPD Gerindra Jatim itu.

Pria yang akrab disapa Gus Sadad itu juga menyarankan agar para santri terus melakukan riset dan inovasi tentang pola perkembangan ilmu pengetahun, ditambah peningkatan jaringan komunikasi sehingga kohesifitas antar santri bisa semakin kokoh.

Baca Juga: Pesan Kiai Zuhri Zaini, Mengapa Beragama Tak Cukup Hanya Modal Cerdas?

"Tugas pemerintah adalah melakukan mentoring terhadap para santri dan anak muda pada umumnya, agar bonus demografi dikapitalisasi sebagai aset dan keuntungan, bukan sebagai beban," papar keluarga Ponpes Sidogiri tersebut.

Selain Sadad, seminar tersebut juga menghadirkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno, Bupati Sampang Slamet Junaidi dan Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.