Rabu, 10 Jun 2026 02:10 WIB

Antisipasi Longsor Susulan, Tebing di Pasuruan Dikepras

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 04 Mar 2021 13:59 WIB
Proses pengeprasan tebing untuk mencegah longsor susulan
Proses pengeprasan tebing untuk mencegah longsor susulan

jatimnow.com - Untuk mengantisipasi longsor susulan di dataran tinggi Pegunungan Bromo, Dusun Rejosari, Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, pemerintah dan warga melakukan normalisasi tebing, Kamis (4/3/2021).

"Jadi sekarang ini warga kerja bakti untuk membantu pelaksanaan normalisai dari tebing yang longsor. Untuk mengantisipasi terjadi longsor susulan," jelas Plt Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Ridwan Haris.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

Pascalongsor Selasa (2/1/2021) yang membuah bangunan gudang amblas, kemiringan tebing 90 derajat itu semakin mendekat ke rumah warga. Agar tidak membahayakan, tebing itu dikepras menjadi terasiring.

"Karena kemarin itu longsor dan kemiringannya 90 derajat, sehingga membahayakan. Maka dengan mekanisme kearifan lokal, warga membuat tebing itu jadi terasiring, untuk mengurangi kemiringan tebing yang terjal," lanjutnya.

Baca juga:  Lihat Gudang Terbawa Longsor ke Jurang, Warga di Pasuruan Histeris

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Haris menyebut bahwa saluran pembuangan air warga juga rusak akibat longsor tersebut, sehingga pada hari ini juga dilakukan normalisasi.

"Saluran air kan juga tertutup material longsor itu. Nah sekarang, kerjasama masyarakat juga kembali menormalisasi saluran air," jelasnya.

Haris menambahkan, hasil dari assessment yang dilakukan BPBD, pemicu insiden longsor tersebut akibat dari labilnya tanah dan tingkat kemiringan tebing yang sebelum longsor memang terjal dengan kemiringan 90 derajat.

Baca Juga: Akses Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Mulai Dibuka Dengan Sistem Buka Tutup

Sedangkan di bawah tebing yang terjal tersebut terdapat saluran air, yang membuat kondisi tanah semakin labil.

"Pemicu terjadinya longsor kemarin itu karena kondisi tanah yang labil dan kemiringan tebing yang mencapai 90 derajat," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.