Rabu, 10 Jun 2026 02:24 WIB

Lagi, Cuaca Ganggu Heli Water Bombing Padamkan Api di Gunung Ringgit

  • Penulis : Moch Rois
  • | Rabu, 16 Okt 2019 10:39 WIB
Helikopter water bombing menunggu cuaca cerah untuk padamkan api
Helikopter water bombing menunggu cuaca cerah untuk padamkan api

jatimnow.com - Pemadaman kebakaran di lereng Gunung Ringgit kembali gagal dilakukan karena terkendala dengan tebalnya awan yang menggangu helikopter tipe MI8-MTV membawa bom air (water bombing), Rabu (16/10/2019) pukul 09.00 Wib.

Direncanakan, upaya pemadaman menggunakan heli tidak hanya dilakukan di Gunung Ringgit saja tetapi juga akan menyasar Gunung Welirang dan Gunung Arjuno.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

Baca juga: 

"Saat ini heli masih stay di lapangan udara (lanud), menunggu informasi terbukanya awan. Kalau sudah terbuka, heli akan melakukan survei kordinat, baru kemudian mengambil air di Waduk Selorejo, Kabupaten Malang," jelas Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lapangan Udara (Kapentak Lanud) Abdul Rachman Saleh, Letkol Dodo Agus Prio Susilo.

Ia menjelaskan, jika situasi cuaca sudah memungkinkan maka estimasi waktu dari lokasi dilakukan water bombing ke sumber pengambilan air (waduk Selorejo), masing-masing sekitar 30 menit.

"Estimasi dari Gunung Welirang ke Selorejo itu 30 menit. Baliknya dari Selorejo ke Gunung Welirang juga perkiraan 30 menit," terang Letkol Dodo.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Bhakti Jati Permana mengatakan ada 7 titik api yang saat ini tercatat menjadi fokus dilakukan water bombing.

Empat titik masuk wilayah administratif Kabupaten Pasuruan, 3 sisanya berada di Kabupaten Mojokerto.

"Ketujuh titik panas tersebut yakni Blok Garotan, Putuk Dali, Curah Kebon, Tung Medot, Putuk Kencur, Kukusan, Kali Jarak," kata Bhakti Jati Permana.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Untuk kapasitas berat air sekali angkut oleh helikopter water bombing tipe MI8-MTV ini seberat 4 ton air.

"Pilotnya dari Rusia, Capt. Lhor Didukh, dengan crew Andris V, Ivan P, Agris, Eduards, Suratno, dan M. Ronie Ferry," pungkasnya.

Sebelumnya, upaya water bombing juga dilakukan pada Selasa (15/10/2019). Namun pukul 14.30 Wib cuaca berkabut membuat upaya tersebut gagal dan helikopter kembali ke Lanud Abdul Rachman Saleh Malang.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.