Selasa, 09 Jun 2026 16:29 WIB

Didemo Warga, Begini Penjelasan Bupati Ponorogo

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat menemui pendemo.
Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat menemui pendemo.

jatimnow.com - Ratusan pendemo yang tergabung dalam Aliansi Warga Ponorogo Tertindas kembali melakukan aksinya.

Bupati Ipong Muchlisoni pun menepati janjinya, dengan menemui langsung pendemo.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Awalnya, ratusan pendemo menyampaikan aspirasnya tentang permasalahan Waduk Bendo, PKL, pedagang pasar, warga Sampung hingga pengendara becak motor, di depan gedung DPRD Kabupaten Ponorogo, Senin (16/4/2018).

Kemudian, mereka melanjutkan aksinya di depan Pendopo Pemkab Ponorogo.

Ketika di depan pendopo, Kapolres Ponorogo AKBP Radiant dan Dandim 0802 Ponorogo Letkol Inf Made Sandy Agusto, mempersilahkan perwakilan pendemo masuk ke pendopo.

Menanggapi demo kali ini, Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni mengaku bahwa dirinya memaklumi aksi demonstrasi sebagai media penyampai aspirasi masyarakat.

"Semua berhak mendemo. Berhak menyampaikan apresiasinya. Termasuk kepada kami pemerintahan," kata Ipong Muchlissoni kepada wartawan, Senin (16/4/2018).

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Ipong menjelaskan, untuk waduk bendo yang belum beres statusnya hukumnya itu tidak benar. Dari 16 tuntutan warga Bendo dari relokasi, biaya pindah, ganti rumah sudah dilaksanakan semua. Hanya satu yang belum, yakni ganti tanaman.
 
"Tapi pemerintah kabupaten tidak punya hak untuk menggantinya. Jika saya menggantinya malah menyalahi aturan. Yang mengganti itu BBWS," tegasnya.
 
Alasan sebenarnya Ipong memperjuangkan waduk bendo, Karena bermanfaat bagi seluruh petani di Ponorogo dan Kabupaten Madiun.
 
Ia mengatakan, waduk bendo direncanakan mulai tahun 2006. Namun 2013 baru akan direalisasikan, sampai 2016 masih terganjal ijin.
 
"Saya terus mengurus ijin. Agar di menteri kehutanan dan kementerian lain bisa cepat kelar. Karena bermanfaat sekali bagi pertanian. 60 persen untuk petani di Ponorogo jumlahnya banyak sekali," katanya.

 

Ipong mengatakan, jika memang tidak puas dengan keputusannya bisa saja digugat. Misalnya warga Sampung yang merasa dirugikan adanya berdirinya pabrik.

"Gugat saja tidak apa-apa. Tapi ingat amanat UUD 1945, bumi air dan segala isinya untuk negara dan mensejahterakan rakyat," tegasnya.

Baca Juga: Gelar Sunmori, Ketua PW IKA PMII Jatim Satukan Kader 11 Daerah di Telaga Ngebel

Ipong menjelaskan, bahwa dirinya di Ponorogo bukan menjadi seorang Pengusaha bernama Ipong Muchlissoni, namun seorang Bupati Ponorogo. Dari itu dirinya siap melayani masyarakat Ponorogo.

"Banyak yang bilang saya sulit ditemui? Tapi nyatanya? Dari beberapa orang yang demo sekarang saya sering ketemu," pungkas Ipong.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Arif Ardianto



Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.