Selasa, 09 Jun 2026 18:40 WIB

Sikapi Tanah Gerak Gembes, BPBD Minta Warga Tenang

ilustrasi/net
ilustrasi/net

jatimnow.com - Kendati sudah dinyatakan berbahaya oleh tim Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta warga agar tetap tenang, menyikapi kondisi tanah gerak di Dusun Gembes, Kecamatan Slahung, Ponorogo.

"Kondisi saat ini bukan longsor, tapi hanya sebatas pergerakan tanah yang merosot sekitar 0,5-1 meter," terang Setyo Budiono, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Ponorogo, Kamis (12/4/2018).

Dia tak menampik jika tim menyampaikan longsoran sudah membentuk tapal kuda. Namun, maksud dari pernyataan tersebut bukan tanah longsor, melainkan dampak retakan tanah yang sudah turun (melorot).

Karena itu, dia meminta agar masyarakat terutama warga setempat tetap tenang menanggapi kabar itu. "Sekarang itu masih retakan-retakan, belum terjadi longsoran," jelasnya.

Budi mengaku pihaknya tetap akan menunggu rekomendasi secara resmi dari PVMBG Bandung. Kendati dari penuturan Sumaryono sebelumnya sempat disampaikan bahwa apa yang akan dilaporkan ke kantornya tak jauh beda dengan hasil analisa sementara timnya.

Begitu juga soal relokasi rumah warga yang diperkirakan terdampak, dia mengaku akan mengkoordinasikan dulu dengan bupati. "Tapi kami butuh rekomendasi secara resmi dulu untuk pengajuannya ke bupati," paparnya.

Sementara itu, tim PVMBG Bandung kemarin melakukan survei di Lingkungan Mbolo dan Kowang, Dusun Kowang, Senepo, Slahung. Kedua lokasi tersebut memang sebelumnya juga mengalami tanah retak hingga beberapa keluarga harus diungsikan.

Bahkan, untuk lingkungan Kowang sebanyak enam kepala keluarga (KK) sudah relokasi secara mandiri.

Kepala Desa Senepo Lasmono dikonfirmasi mengungkapkan hasil sementara yang disampaikan oleh tim PVMBG menyebutkan untuk lingkungan Mbolo masih relatif aman.

Baca Juga: Pemkab Tulungagung Galang Donasi Bencana Sumatra, Terkumpul Ratusan Juta

"Artinya untuk lingkungan Mbolo pergerakan tanah di wilayah itu cukup lambat," terangnya menirukan pernyataan tim PVMBG.

Berbeda dengan di lingkungan Kowang, menurut hasil penelitian tim PVMBG tanah di wilayah tersebut sudah tidak layak ditempati.

Bahkan, Lasmono menyampaikan dari penjelasan PVMBG jika dipaksakan rumah itu bakal tertimbun kedepannya.

Baca Juga: Marinir Kirim Satgas Rekonstruksi, Percepat Pemulihan Bencana Sumatra

Karena itu upaya warga untuk relokasi secara mandiri dinilai tepat. Sedangkan di lingkungan Mbolo, sampai saat ini masih ada sebanyak 19 KK dari total 52 jiwa yang mengungsi.

Lasmono belum bisa menyampaikan apakah setelah ini membolehkan warganya kembali menempati rumah asli atau belum. ‘’Itu baru hasil sementara yang disampaikan tim, kalau tindak lanjutnya nanti menunggu keputusan dari BPBD,’’ ungkapnya.

Baca Juga: Sekda Trenggalek Serahkan Donasi PSJT untuk Korban Banjir Sumatra dan Aceh

Reporter: Mita Kusuma

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.