Selasa, 09 Jun 2026 14:17 WIB

Lima Alquran Kuno Dipamerkan di Banyuwangi

Pameran Alquran kuno di Banyuwangi
Pameran Alquran kuno di Banyuwangi

jatimnow.com - Lima Alquran dan sejumlah naskah-naskah yang bertema Islam kuno dipamerkan di Banyuwangi. Pameran ini digelar oleh Komunitas Pegon.

Rata-rata naskah yang dipamerkan berusia lebih dari seabad. Hal ini terlihat dari jenis kertasnya yang terbuat dari kertas dluwang dan kertas Eropa. Bentuk kertasnya juga telah tua dan rapuh.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Dari jenis kertasnya bisa diketahui usianya. Seperti dari watermark kertasnya. Dari sana bisa diketahui usianya. Setidaknya lebih dari satu abad," terang Founder Komunitas Pegon, Ayung Notonegoro, Jumat (24/5/2019).

Salah satu yang memiliki identitas lengkap adalah mushaf yang didapat dari koleksi almarhum KH. Saleh Syamsudin Lateng (w. 1951). Dalam naskah tersebut terdapat kolofon yang menyebutkan selesai ditulis pada Jumadil Akhir 1282 H atau sekitar 1860 M.

Baca Juga: Sanggar DAUN Gelar Pameran HUT ke-22 di Galeri Prabangkara Surabaya

"Penulisnya adalah Mas Ahmad bin Mas Mangun Sastra Banyuwangi. Dari namanya terlihat jika beliau orang lokal," terang Ayung.

Lebih jauh Ayung membandingkannya dengan Alquran kuno Banyuwangi yang kini disimpan di Perpustakaan Nasional Malaysia. Penulisnya adalah Mas Khalifah Ibnu al-Habib al-Masfuh Banyuwangi yang dari namanya terlihat keturunan Arab. Ditulis pada 6 Jumadits Tsani 1221 H atau sekitar 1806 M.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Pada awal abad 19, penulis Alquran di Banyuwangi masih dari keturunan Arab. Baru 60 tahun kemudian ada penulis lokal," ungkap Ayung.

Hal tersebut, papar penulis buku Kronik Ulama Banyuwangi itu, sesuai dengan perkembangan Islam di Banyuwangi. Dalam catatan Y.W. De Stoppelaar, Blambangansch Adatrech (1926), agama Islam menjadi mayoritas di Banyuwangi baru pada 1840 ke atas.

"Seiring mayoritasnya umat Islam di Banyuwangi, pendidikan Islam pun meningkat. Hingga melahirkan para penulis Alquran dari Banyuwangi sendiri," urai Ayung.

Tak hanya pameran Alquran kuno. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pentashihan (koreksi) Alquran kuno oleh para hafidz (penghafal Alquran) yang mengajar di SMP Unggulan Al-Anwari. Hal ini untuk memastikan akurasi Alquran kuno yang ditulis tangan tersebut.

"Kita bandingkan dengan Alquran yang telah ditashih oleh Lajnah Pentashih Mushaf Alquran (LPMQ) Kementerian Agama Republik Indonesia," ujar salah satu tim pentashih, Ustaz Afifi.

Sebagaimana diketahui, LPMQ baru terbentuk pada 1957. Baru setelah itu, Alquran di Indonesia mengalami standarisasi.

"Dari pembacaan kita, memang ada sejumlah kekeliruan," terang Afifi.

Pada surat al-Baqarah, misalnya, ada sejumlah kesalahan. Seperti pada ayat ke-143  yang seharusnya ditulis 'al-rasulu', malah tertulis 'rasula'. Pada ayat ke-153 juga demikian. Seharusnya tertulis 'ash-shafa' dengan huruf 'shalat'. Bukan 'as-safa' dengan 'sin' sebagaimana yang tertera di mushaf karya Mas Ahmad bin Mas Mangun Sastra Banyuwangi.

Kesalahan demikian, imbuh anggota tim yang lain Ustaz Irfan, bisa jadi karena keterbatasan penulis dalam penguasaan gramatika bahasa Arab, seperti halnya ilmu nahwu dan sharaf. Sehingga silap terhadap detail Alquran.

"Namun, kesalahan-kesalahan kecil demikian relatif wajar. Karena ditulis tangan. Jadi, bisa dimaklumi," imbuh Irfan.

Pentashihan Alquran kuno tersebut, direncanakan hingga tuntas. Sehingga bisa diukur sejauh mana tingkat keakurasiannya.

"Bukan bermaksud mengkoreksi kesalahan para ulama terdahulu, tapi untuk mempelajari perkembangan penulisan Alquran itu sendiri," tutup Ayung.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.