Rabu, 10 Jun 2026 00:11 WIB

Jatim Memilih

Emosi Emil Debat Dengan Puti, Pengamat: Berdampak Defisit

  • Penulis :
  • | Rabu, 11 Apr 2018 00:01 WIB
Acara debat publik Pilgub jatim 2018.
Acara debat publik Pilgub jatim 2018.

jatimnow.com - Emosi Cawagub Emil Dardak saat acara debat publik yang digelar oleh KPU Jatim, Selasa (10/4/2018) nampaknya menjadi blunder bagi pasangan Khofifah Indar Parawansa tersebut. Respon masyarakat negatif.

Berdasar data Indonesia Indicator, yang mengkhususkan mengambil data netizen media sosial twitter pada acara debat perdana Pilgub Jatim, cukup mengejutkan.

Baca Juga: Gugatan Paslon 03 Dismissal, Pasangan Gabah Menangkan Pilbup Tulungagung

Awalnya, Cawagub pasangan Khofifah Indar Parawansa itu mendapat pujian dari netizen. Emil dianggap sebagai sosok yang mewakili generasi muda (kaum milenial) yang cerdas dan solutif.

Namun pada sesi kedua, tepatnya debat antar cawagub, Emil tak bisa membendung emosinya dengan pertanyaan dari Cawagub Puti, terkait bayi stuning atau gangguan tumbuh kembang di salah satu desa di Trenggalek.

"Saya bertemu ibu, bayinya terkena stunting," kata Puti menceritakan hasil temuannya saat mengunjungi Trenggalek.

Puti berusaha melanjutkan bicara, namun Emil langsung memotongnya.

"Mbak Puti jalan-jalan ke Trenggalek datang ke satu desa katanya gizi buruk. Bayi yang mbak datangi itu beneran kategori gizi buruk nggak!" tandas Emil.

Tercatat ratusan netizen berbalik arah dan merasa kecewa bahkan marah (berdasar indikator) dengan pernyataan Cawagub pasangan Khofifah tersebut.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Novri Susan, saat dikonfirmasi terkait kejadian ini mengatakan bahwa sikap agresif yang ditunjukan oleh Emil tidak bisa diterima oleh kultur masyarakat Jawa Timur yang santun.

Baca Juga: MK Tolak Gugatan Paslon 01, Sugiri Sancoko-Lisdyarita Menangkan Pilbup Ponorogo

"Pada segmen debat calon wakil gubernur, terlihat Emil sangat agresif. Beberapa sesi sempat emosional saat Puti bertanya soal kondisi anak gagal tumbuh atau stunting di Kabupaten Trenggalek," kata Novri Susan, Selasa (10/4/2018).

Ia mencatat setidaknya ada beberapa kali Emil menyerang Puti secara personal. Emil mengatakan Puti tidak paham dengan masalah gizi atau kesehatan anak.

Menurutnya, sikap Emil yang agresif dan menyerang lawan dalam kacamata sosiologi politik dapat membuat publik Jawa Timur tidak simpati.

"Publik di Jawa Timur dikenal sebagai publik santun yang menginginkan pemimpin rendah hati dengan karya yang nyata," ujarnya.

Baca Juga: Ini Persiapan Paslon Pilbup Tulungagung jelang Sidang Gugatan Pilkada di MK

Kredibilitas komunikator politik, dalam hal ini kandidat, kata Novri, akan sangat berpengaruh dalam upaya mendapatkan dukungan khalayak.

"Sikap yang agresif, merendahkan orang lain, tentu menghasilkan dampak defisit bagi kandidat bersangkutan,” terangnya.

Reporter: Jajeli Rois

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.