Rabu, 10 Jun 2026 01:50 WIB

Ini Cara Komplotan Pencuri Spesialis Komputer Beraksi di Dua Provinsi

Pengungkapan kasus pencurian spesialis komputer sekolah oleh Polres Madiun.
Pengungkapan kasus pencurian spesialis komputer sekolah oleh Polres Madiun.

jatimnow.com - Kasus pencurian komputer dan laptop yang terjadi di sekolah-sekolah berhasil diungkap oleh Polres Madiun. Sindikat ini telah membobol puluhan sekolahan di beberapa kota di Provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat.

"Tersangka yang ada di Polres Madiun ini bernama Khoirul. Dia merupakan otak dari kompolotan yang baru dibekuk tim gabungan. Ada lima tersangka yang tertangkap salah satunya Khoirul ini," kata Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono, Rabu (12/12/2018).

Baca Juga: Ajak Pesta Miras Petugas Jaga, Pemuda di Tulungagung Bobol Kantor Disbudpar

Perwira dengan dua melati di pundak tersebut meneruskan, berdasarkan pengakuan Khoirul, para tersangka saling kenal saat di Jakarta. Saat sama-sama berada di pasar loak Jakarta Utara. Setelah saling mengenal, mereka sepakat untuk melakukan pencurian di sekolah-sekolah.

Modalnya, lanjut Ruruh, komplotan tersebut hanya menggunakan google map. Mereka sengaja menuju sekolah di pinggiran, bukan di tengah kota. Contohnya di Kabupaten Madiun, komplotan beraksi di SMPN 2 Gemarang. Demikian juga di Ponorogo, mereka juga beraksi di SMAN 1 Pulung.

Ruruh menjelaskan, kelima tersangka diketahui mempunyai peran masing-masing. Ketika di lokasi, tersangka Sarajudin (dibekuk Polres Trenggalek) standby sebagai sopir, Sugianto dan Arajudin (dibekuk Polres Ponorogo) sebagai eksekutor. Sedangkan Khoirul (tertangkap Polres Madiun) dan Gunawan (ditahan Polres Trenggalek) beraksi mencuri laptop dan pencuri.

"Khoirul juga yang mengambil laptop, mini pc tanpa jejak. Ngakunya sih belajar dari karyawan di pasar loak yang bongkar semuanya," kata lulusan Akpol 2000 ini.

Setelah mencuri, komplotan ini kemudian menjualnya di Pasar Loak di Jakarta. Per itemnya dijual Rp 800 ribu. Para tersangka sendiri dikenakan pasal 363 KUHP. "Dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," terusnya.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

Sementara itu, tersangka Khoirul beralasan mencuri karena faktor ekonomi. "Rumah saya habis terbakar Agustus 2018. Ini saya mencuri untuk membangun rumah," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, setelah tercatat beraksi di dua provinsi, 5 orang sindikat pencurian komputer sekolah akhirnya diringkus polisi. Kelima pelaku didor (ditembak) karena berusaha menabrak polisi saat disergap.

Kelima pelaku itu antara lain Khoirul warga Jakarta, Sugianto warga Bojonegoro, Arjudin warga Rangkasbitung, Gunawan warga Jember dan Sarjo warga Madiun. 

Baca Juga: Polda Jatim Gulung Komplotan Maling Spesialis Rumah Kosong, Beraksi di 13 TKP

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.